Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Juli 2022 | 17.33 WIB

Dapat Keluhan soal Tiket, Wawali Armuji Langsung Datangi Kalimas

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Sungai Kalimas, kini menjadi telah menjadi salah satu ikon Kota Surabaya. Dalam beberapa waktu terakhir, wajah sungai yang membelah Kota Surabaya itu berubah. Lebih kinclong. Saat malam, di beberapa spot terlihat bergemerlapan. Warna-warni. Menari indah seolah mengajak setiap mata yang menatapnya untuk mendekati.

Tak ayal,  jumlah kunjungan ke destinasi wisata ke Kalimas itu makin ramai. Tidak hanya warga Surabaya, melainkan juga warga luar kota. Menyusuri Kalimas menggunakan perahu. Menatap gedung-gedung tinggi. Yang kian hari makin bertumbuh di metropolis.

Rusdi Ismet, kepala UPTD Pengelola Objek Wisata, menyatakan, jumlah pengunjung Kalimas terus naik. Sejak Juni 2022 hingga sekarang, setidaknya ada sebanyak 7.675 pengunjung wisata perahu Kalimas. Pengunjung paling banyak saat 1 Juni lalu, yakni mencapai 2.552 orang.

’’Kondisi viral, kami cukup memaklumi. Makin hari terus kami tata. Termasuk manajemen tiketnya, sudah semakin baik,’’ ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga akan terus berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Terutama melalui media sosial seperti IG dan sejenisnya. ’’Untuk proses pemesanan tiket kini melalui online dan tidak offline atau on the spot,” ujar Rusdi.

Untuk menikmati destinasi wisata tengah kota itu tidak gratis. Pengunjung mesti membeli tiket. Mengutip website tiketwisata.surabaya.go.id, ada dua rute perahu Kalimas yang ditawarkan. Pertama, dari Monumen Kapal Selam (Monkasel) ke Siola harga tiket Rp 10.000 per orang. Kedua, dari Monkasel ke Taman Prestasi Rp 4.000.

Wakil Wali Kota (Wawali) Surabaya Armuji mengungkapkan, memang wajah Kalimas sekarang sudah banyak berubah. Dia juga berharap ke depan destinasi itu terus dipercantik. Saat datang ke lokasi itu Rabu (13/7), Armuji sempat menyoroti sistem pembelian tiket. Ada beberapa warga yang sambat kepadanya bahwa pelayanan tiket online itu justru kurang efisien. Sebab, tidak semua orang paham akan teknologi dan memahami cara registrasi online.

’’Kalau mereka nggak memahami tata cara membeli tiket online dan belum lagi kalau posisi HP tidak paketan, atau baterai sedang habis? Terus bagaimana, dan lagi kalau tiketnya masih sisa,” tanya Armuji.

Zainul, selaku koordinator wisata perahu Kalimas, mengakui memang tidak sedikit pengunjung yang belum bisa menggunakan gadget untuk pembelian tiket online. Karena itu, untuk sementara waktu, pengunjung yang tidak memiliki gadget atau memiliki paket data di HP, tidak bisa naik perahu.

‘’Tapi, ke depan kami akan terus mengkaji agar penumpang yang tidak pegang gadget atau tidak punya paket, bisa kami bantu fasilitasi agar bisa membeli tiket,” kata Zainul.

Wawali pun mengharapkan dinas terkait harus mengkaji dan mengevaluasi sistem untuk menjawab harapan masyarakat. Mesti ada alternatif lain untuk mempermudah para calon pengunjung dapat mengakses tempat wisata sungai Kalimas.

Manten ketua DPRD Kota Surabaya itu menegaskan, wisatawan yang datang itu tentu bukan hanya dari kalangan muda saja. Tapi, dari semua kalangan. Mulai anak-anak bahkan lanjut usia. Mereka semua juga tentu ingin menikmati keindahan Kalimas. ’’Ke depan diharapkan tidak hanya dapat menarik perhatian turis domestik, melainkan juga wisatawan asing,’’ pungkas Armuji.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore