Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 Juli 2022 | 04.52 WIB

Program Rutilahu Perbaiki 419 Rumah di Surabaya

Program rutilahu. Dok JawaPos - Image

Program rutilahu. Dok JawaPos

JawaPos.com–Program Dandan Omah atau Rumah Tak Layak Huni (Rutilahu) terus digeber Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya sudah menyasar 419 rumah melalui padat karya sejak Januari–Juni.

Kepala DPRKPP Surabaya Irvan Wahyudrajad mengatakan, program Dandan Omah itu ditargetkan menyasar 800 rumah selama 2022. Periode Januari–Juni sudah berhasil menyelesaikan 419 rumah. Sedangkan permintaan atau usul yang masuk dalam aplikasi e-Rutilahu sudah mencapai 4.429 rumah.

”Karena permintaannya cukup besar dan tidak mungkin kami selesaikan sendiri dengan kekuatan APBD, kami menggandeng berbagai stakeholder untuk memenuhi permintaan itu. Di antaranya perusahaan-perusahaan melalui CSR, para pengembang, dan juga melalui Baznas Kota Surabaya,” kata Irvan.

Berbagai stakeholder itu, lanjut dia, sudah banyak membantu perbaikan rumah warga dan dapat mengurangi permintaan program Rutilahu. Apalagi, program tersebut juga menjadi salah satu program utama Baznas Surabaya.

”Sudah banyak yang dibantu Baznas untuk memperbaiki rumah warga,” ujar Irvan Wahyudrajad.

Irvan menjelaskan, ada perbedaan dalam program Rutilahu DPRKPP yang menggunakan APBD Surabaya dengan program Bedah Rumah yang dilakukan Baznas Surabaya.

”Program Rutilahu DPRKPP persyaratannya sudah ditentukan. Yaitu penerima manfaat harus merupakan warga MBR dan belum sama sekali tersentuh Rutilahu, rumah atau lahan yang akan dibedah itu merupakan hak milik penerima manfaat yang lengkap dengan surat-suratnya serta jelas batas-batasnya,” tutur Irvan Wahyudrajad.

Selanjutnya, rumah tersebut terdapat dinding atau atap dalam kondisi rusak maupun lapuk yang berpotensi mengancam keselamatan penghuni. Lantainya lebih rendah daripada jalan atau masih tanah, papan, bambu, semen maupun keramik yang kondisinya rusak.

”Jadi, usul ke aplikasi e-Rutilahu itu kita verifikasi mana yang memenuhi persyaratan dan mana yang tidak. Bagi rumah warga yang tidak memenuhi persyaratan karena tidak lengkap surat-suratnya, tapi itu layak mendapatkan program bedah rumah, diusulkan untuk dibantu Baznas Surabaya atau stakeholder lainnya, sehingga semua permintaan itu kita coba fasilitasi,” papar Irvan Wahyudrajad.

Irvan juga memastikan, program Dandan Omah DPRKPP dilakukan melalui padat karya. Tukang dan pembantu tukang atau kuli bangunan berasal dari warga sekitar. Hal itu dilakukan karena saat ini program rutilahu sudah nge-link dengan aplikasi padat karya.

Sehingga ketika ada permintaan untuk menjadi tukang dan pembantu tukang di aplikasi Padat Karya, lalu dilatih hingga bisa menjadi tukang atau pembantu tukang.

”Bahkan, penyediaan bahan bangunan dalam pelaksanaan pekerjaan Dandan Omah itu harus dibeli dari toko bahan bangunan yang berada dalam 1 kelurahan yang sama dengan lokasi pekerjaan perbaikan rutilahu,” jelas Irvan Wahyudrajad.

Menurut Irvan, program Dandan Omah yang dikerjakan melalui padat karya dapat meningkatkan kondisi perekonomi masyarakat dan meningkatkan perputaran ekonomi di wilayah kelurahan tersebut.

”Harapan akhirnya tentu rumah warga layak huni semuanya dan perekonomian Surabaya kembali pulih,” ucap Irvan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore