
Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono. (Istimewa)
SELAMAT ulang tahun Jawa Pos yang ke-73. Sebuah usia yang tentu saja sangat matang untuk sebuah perusahaan media, yang telah melalui gelombang zaman.
Sekarang Jawa Pos tidak hanya bertumpu pada koran cetak, yang dituntut survive, tapi juga mengembangkan media online dan televisi.
Di era digital saat ini, setiap media dituntut bekerja cepat dan akurat, jika tidak mau ditinggalkan pembaca. Apalagi, link-link berita, dari berbagai media, berseliweran cepat dalam pesan berantai, seperti grup-grup WhatsApp atau media sosial. Dengan berbagai topik dan angle.
Dalam akurasi, media juga harus memperhatikan keberimbangan agar tidak dipakai sebagai alat ’’pemukul” bagi pihak-pihak yang bertikai. Sebab, itu merugikan pihak lain. Atau penyebar isu, rumor, bahkan hoaks.
Setiap pagi, loper-loper koran Jawa Pos masih setia mengantar koran ke para pelanggan di perumahan dan permukiman. Juga media online-nya terus update.
Saya yakin dengan kematangan redaksi Jawa Pos dalam mengelola dan menjaga jurnalistik yang objektif. Yang menjunjung tinggi kebenaran fakta dan data yang harus diketahui khalayak pembaca. Karena itu tidak tendensius sebagai alat ’’pemukul” pihak-pihak tertentu.
Sebagai mitra DPRD Surabaya, Jawa Pos telah memberikan ruang bagi para legislator untuk mengaktualkan pendapat, kritik, dan masukan. Terutama yang berkaitan isu-isu dan kepentingan masyarakat.
Berbagai aktualisasi pendapat dan gagasan dari legislator telah memberi andil besar bagi penguatan kinerja DPRD. Sebaliknya, Jawa Pos juga memberikan feedback berupa saran dan kritik bagi DPRD dan pemerintahan di Kota Surabaya, agar memperbaiki kinerjanya. Tentu saja agar tata kelola pemerintahan semakin baik dan benar. Dan, kepentingan rakyat semakin terlayani maksimal.
Selama dua tahun, Surabaya dilanda pandemi Covid-19 dan berbagai akibat krisis yang ditimbulkan. Puji syukur pandemi sekarang relatif telah teratasi. Dan, kita fokus pada pemulihan ekonomi dan normalisasi berbagai sektor kehidupan.
Jawa Pos dan media massa turut berperan penting dalam membawa Surabaya melewati itu semua. Melalui berbagai pemberitaan yang mencerahkan, mengkritik, dan mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah.
Saya kira harapan kita semua, Jawa Pos semakin survive dalam mengarungi gelombang zaman, yang terus bergerak dan berubah. Semakin melekat di hati masyarakat dan menjadi sumber bacaan yang informatif serta menghibur bagi khalayak pembaca dari berbagai kalangan.
Kita semua berharap Jawa Pos menjadi obor penerang yang mencerahkan bagi siapa pun. Yang membuat setiap masalah tersaji dengan komprehensif dan kreatif. Yang membuat persoalan dan kebingungan, atau ibaratnya benang kusut, bisa mendapatkan inspirasi jawaban. Inspirasi penerang untuk mengurai persoalan, memperoleh penyelesaian dan opsi mengatasi.
Sekali lagi, selamat ulang tahun Jawa Pos yang ke-73. Tetaplah teguh konsisten memegang tradisi jurnalistik yang objektif, berimbang, cepat, dan akurat. (*)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
