
MERATA: Gubernur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan operasi pasar migor di kantor Bakorwil Jember, Senin (14/2). Kegiatan itu juga digelar di berbagai daerah di Jatim. (Pemprov Jatim untuk Jawa Pos)
JawaPos.com - Forkopimda Jatim mendatangi Pasar Soponyono, Rungkut, Kamis (26/5). Mereka ingin mengetahui harga dan ketersediaan minyak goreng curah di pasar tradisional secara langsung. Dari pemeriksaan itu diketahui, harga jualnya belakangan mulai berangsur normal.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto blusukan ke lapak pedagang. Gubernur mengatakan cukup lega setelah melakukan peninjauan. Sebab, sejumlah toko sudah menjual minyak goreng curah sesuai harga eceran tertinggi (HET). Yakni, Rp 15.500 per kilogram. ’’Jadi, posisinya sudah menurun. Dari sebelumnya sempat menyentuh Rp 20 ribu,” katanya.
Namun, dia mengakui, belum semua pedagang menjual harga sesuai HET. Pasalnya, angka kebutuhan dan suplai saat ini belum berimbang. ’’Forkopimda Jatim akan terus berupaya agar kebutuhan minyak goreng segera tercukupi,” ungkapnya.
Khofifah memaparkan, saat ini kebutuhan minyak goreng curah mencapai 35 ton dalam sebulan. Namun, angka suplainya baru 19,2 ton. Jadi, masih ada kekurangan suplai pasar sekitar 44,3 persen.
Mantan menteri sosial itu menuturkan, pemerintah akan mendorong produsen minyak goreng curah untuk meningkatkan suplai ke pasar. Dengan begitu, harga jual bisa lekas merata sesuai HET. ’’Hari ini (kemarin, Red) masih ada yang menjual di atas HET karena ketersediaan belum berimbang. Ada yang Rp 16 ribu sampai Rp 16,5 ribu,” paparnya.
Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta menambahkan, pihaknya siap mengawal pendistribusian minyak goreng agar tepat sasaran. Jangan sampai prosesnya disalahgunakan oknum yang ingin mencari keuntungan. ’’Masalah kebutuhan pokok ini penting bagi kondusivitas masyarakat,” ujarnya.
Nico mengatakan sudah memberikan instruksi ke jajaran polres untuk meninjau ketersediaan minyak goreng secara berkala. Dengan begitu, adanya permasalahan bisa dideteksi sejak dini. ’’Polda Jatim akan senantiasa mendukung program pemerintah agar ketersediaan minyak goreng stabil,” katanya.
Lebih lanjut, jenderal bintang dua itu menuturkan, pihaknya tidak akan segan menindak penyimpangan yang ditemukan saat proses distribusi. Sebab, dampaknya bisa merugikan masyarakat. ’’Kepolisian tidak akan diam dan pasti mengambil tindakan,” tandasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
