
Beberapa kucing yang terlantar di ruko. Rafika Yahya/JawaPos.com
JawaPos.com–Antusiasme warga yang akan mengadopsi kucing yang ditinggalkan pemiliknya di ruko di Kota Surabaya sangat tinggi. Ratusan permintaan mendarat ke komunitas kucing yang memfasilitasi pengadopsian kucing tersebut.
Chandra, perwakilan CLST Indonesia mencatat sudah ada 200 orang yang mendaftar untuk menjadi adopter. ”Sudah ada 200 se-Jawa Timur yang daftar. Tapi terpilih 90-an orang. Maksimal adopsi 2 kucing kecuali yang induk dan anak-anaknya,” papar Chandra saat ditemui di ruko pada Kamis (26/5).
CLST Indonesia sendiri merupakan salah satu komunitas yang membantu untuk mencari adopter bagi ratusan kucing yang ditinggal pemiliknya itu. CLST menjadi komunitas pertama yang dihubungi Pemadam Kebakaran saat kucing itu ditemukan.
”Total ada 135 kucing dan 1 anjing. Lalu ada 90 orang calon adopter dari berbagai wilayah di Jawa Timur. Paling jauh dari Tulungagung,” jelas Chandra.
Selain CLST Indonesia, komunitas lain yang turut membantu adalah CatCats.id. Novita Eka, perwakilan CatCats.id mengaku senang dengan antusiasme warga. ”Masih banyak kucing yang juga butuh adopsi. Kami berharap warga mau mengadopsi kucing-kucing lain, bukan hanya yang cantik-cantik,” papar Novita.
Untuk pemilihan kucing, Novita menerangkan, adopter bebas memilih. Namun, dia meminta kepada para adopter untuk tidak memilih kucing yang keadaan bagus. Sebab, kucing-kucing di dalam ruko ini semuanya memprihatinkan.
”Banyak orang bilang, aku mau yang bagus. Ini padahal semuanya tersiksa di sini, tolong jangan pilih kasih,” ucap Novita.
Bila kucing di ruko itu belum teradopsi semua, akan dikirimkan ke shelter di luar Surabaya. ”Kalau ada lebih dikirim ke shelter luar Surabaya. Kalau sisa 50 diangkut saja. Opsi pertama habis semua. Saya senang orang-orang senang,” terang Novita.
Sementara itu, dokter hewan dari Moccachino Pet Care Edward Jonas, ikut memeriksa ratusan kucing. Jo, sapaannya, menyebut, saat memeriksa beberapa kucing, ada yang terkena penyakit.
”Terutama sakit kulit, kemudian jamur, kutu, scabes, diare karena lingkungannya lembab dan kotor jadi pengaruhnya disitu,” papar Edward Jonas.
Jo berharap untuk para adopter yang mengadopsi ratusan kucing bisa merawat. Selain itu, harus menjaga makanannya. ”Mohon rutin vaksin dan memberi obat cacing,” pesan Edward Jonas.
Sebelumnya, ratusan ekor kucing ditinggalkan pemiliknya di sebuah ruko di Surabaya Barat. Pemilik ruko Michelle menjelaskan, penyewa ruko tiba-tiba menghilang dan tidak dapat dihubungi. Padahal, ratusan kucing masih ditinggalkan di ruko 4 lantai itu.
”Seharusnya masa sewa sudah habis. Cuma penyewa itu kok masih meninggalkan banyak barang, termasuk ratusan kucing. Namun penyewa tak bisa dihubungi,” ujar Michelle.
Kucing itu sudah ditinggalkan selama seminggu. Selama itu pula, karyawan Michelle yang memberikan makan.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
