Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Mei 2022 | 22.36 WIB

Dua Srikandi Bersaing Duduk di Kursi Ketua Demokrat Surabaya

Wakil Sekjen Partai Demokrat Didi Irawadi di Upnormal Coffee Roasters, Jakarta, Minggu (29/12). (Saifan Zaking/JawaPos.com) - Image

Wakil Sekjen Partai Demokrat Didi Irawadi di Upnormal Coffee Roasters, Jakarta, Minggu (29/12). (Saifan Zaking/JawaPos.com)

JawaPos.com- Herlina Harsono Njoto dan Lucy Kurniasari dikabarkan akan bersaing memperebutkan jabatan ketua DPC Demokrat Surabaya. Dari informasi yang dihimpun, dua srikandi Demokrat itu sudah menyusun tim dan strategi pemenangan. Mereka pun saling klaim telah mengantongi dukungan mayoritas.

Di struktur DPC Demokrat Surabaya, Herlina dan Lucy merupakan pejabat partai. Keduanya menempati posisi strategis. Herlina duduk sebagai bendahara partai. Lucy mendapatkan amanah sebagai Plt ketua DPC Demokrat Surabaya.

Sekretaris DPC Demokrat Junaedi mengatakan, pemilihan ketua DPC Demokrat Surabaya dihelat dalam kegiatan musda. Sampai hari ini, jadwal musda belum ditetapkan. Pihaknya masih menunggu keputusan dari DPD Demokrat Jatim. ”Semua akan berjalan demokratis,” katanya.

Junaedi menambahkan, 29 dari 31 DPAC (dewan pimpinan anak cabang) mendukung Lucy untuk kembali memimpin DPC Demokrat Surabaya. Dukungan itu sudah disahkan ke notaris pada 25 Januari lalu. Tinggal dua DPAC yang belum mendukung Lucy, yakni DPAC Wonokromo dan DPAC Sukolilo.

Sementara itu, kubu Herlina justru memaparkan fakta yang bertolak belakang. Anggota Komisi D DPRD Surabaya tersebut mengaku memperoleh dukungan dari 21 DPAC. Para pimpinan DPAC menginginkan perubahan pada wajah Partai Demokrat Surabaya.

Dukungan DPAC kepada Herlina dipicu capaian suara Demokrat. Dua periode terakhir, suara Demokrat di metropolis terus tergerus. Alhasil, para DPAC mendorong Herlina mengembalikan masa kejayaan Demokrat.

Ketua DPAC Tenggilis Suparjan menilai DPC Demokrat Surabaya butuh pemimpin yang berani. Juga mampu diterima semua kalangan dan telah teruji. ”Dua periode sebelumnya kami pernah mendapatkan 16 kursi. Lalu, turun jadi 6 kursi. Dan, kini cuma 4,” katanya.

Menurut Suparjan, Herlina dianggap memenuhi semua kriteria untuk duduk sebagai ketua DPC Demokrat Surabaya. Menurut dia, Herlina banyak membantu masyarakat tanpa memandang daerah pemilihan (dapil).

Dukungan dari para kader itu disambut Herlina dengan rasa syukur. Dia tak menyangka bakal mendapatkan dukungan dari 2/3 DPAC menjelang musda 2022. ”Ini agak mendadak ya. Terus terang, mengemban amanah itu tidak mudah dan perlu kesungguhan,” ujarnya.

Bukan hanya Suparjan yang mendukung Herlina. Ketua DPAC Karang Pilang Nomo Sujarwadi juga berharap Herlina segera menentukan sikap. Maju sebagai calon ketua DPC Demokrat Surabaya.

Dia mengungkapkan, mesin partai perlu segera dipanasi menjelang pemilu serentak pada 2024. Waktu yang tersisa relatif singkat. ”Kalau Bu Herlina siap, mesin partai juga akan bergerak solid,” tegasnya.

Berdasar aturan partai, dalam musda nanti, setiap DPAC hanya diberi kewenangan untuk memilih satu calon. Junaedi mengingatkan, DPAC yang memberikan dukungan ganda bakal menerima konsekuensi dari partai. Misal, jika di kemudian hari 29 DPAC melakukan pelanggaran dan memberikan dukungan pencalonan kepada dua orang sekaligus.

Jawa Pos berusaha mengonfirmasi Lucy melalui sambungan telepon dan pesan singkat. Sayangnya, Lucy tak banyak menjawab. Menurut dia, informasi terkait musda telah diserahkan kepada Junaedi. 

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore