
ARUS BALIK: Penumpang turun dari bus di area kedatangan Terminal Purabaya, Kamis (5/5). Pemkot Surabaya segera melakukan operasi yustisi di berbagai wilayah. (Alfian Rizal/Jawa Pos)
JawaPos.com – Sebagian pemudik telah kembali ke Surabaya. Sebagai ibu kota Jawa Timur, Surabaya merupakan incaran urbanisasi masyarakat. Mencegah terjadinya lonjakan jumlah penduduk pasca-Lebaran, operasi yustisi segera digelar Pemkot Surabaya.
Kecamatan Pabean Cantian misalnya. Dekat dengan pelabuhan serta area industri membuat Pabean Cantian menjadi salah satu incaran para penduduk yang melakukan urbanisasi.
Camat Pabean Cantian Muhammad Januar Rizal mengatakan, pihaknya tidak melarang kedatangan penduduk baru ke lingkungan kerjanya. Namun, jika memutuskan untuk menetap, mereka harus melapor kepada pengurus RT/RW atau pihak kelurahan. Dalam hal ini, Rizal mengaku telah menginstruksi semua jajaran kelurahan untuk menggelar operasi yustisi kependudukan.
”Senin (9/5) operasi yustisi mulai digelar. Kontrakan dan kos-kosan menjadi target sasaran operasi,’’ kata Rizal kemarin (7/5).
Ada tiga pengecekan yang wajib dilakukan. Pertama, identitas. Para pendatang harus memiliki identitas yang jelas. Itu dibuktikan dengan melampirkan e-KTP atau kartu keluarga (KK). Kedua, kejelasan maksud kedatangan mereka. Terutama dua hal, apakah bertujuan untuk melanjutkan pendidikan atau mencari pekerjaan.
Khusus untuk para pencari kerja, mereka harus sudah memiliki tujuan perusahaan atau instansi yang akan dituju. Atau mencari tahu bakat yang dimiliki para perantau. Bukan sekadar nekat mencari pekerjaan secara acak.
Menurut Rizal, jika dibiarkan, mereka bisa menambah beban pemerintah. Jangan sampai akibat tak kunjung mendapatkan pekerjaan tetap, mereka menjadi penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Bekerja menjadi pengamen atau pengemis.
Jika itu terjadi, pihaknya akan membawa mereka ke liponsos. Misalnya, menjelang Lebaran lalu, dua PMKS tertangkap di Jalan KH Mas Mansyur. Di sana, dua perempuan berusia senja terlihat sedang mengemis. Mereka pun dibawa ke Liponsos Keputih dengan menggunakan mobil satpol PP.
”Terakhir, yang ketiga yaitu status keluarga mereka di Surabaya. Apakah memiliki (keluarga) ataupun sebaliknya,’’ ucap alumnus SMAN 4 Surabaya itu.
Jika tiga persyaratan itu tidak dapat mereka penuhi, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemkot Surabaya. Mulai dinas sosial (dinsos), satpol PP, hingga Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya.
Terpisah, Kasi Trantib Kecamatan Sawahan Indra Suryanto mengatakan, pendataan penduduk nonpermanen merupakan kegiatan rutin. Terutama pascalibur Lebaran. Sebab, hal yang sering terjadi adalah banyaknya warga pendatang baru yang tinggal di Surabaya. ”Sebetulnya tidak masalah, asal mereka ini jelas tinggal di mana dan kerjanya apa,’’ katanya kemarin.
Dia menjelaskan, tren yang kerap terjadi adalah banyaknya warga yang datang dari mudik, lalu membawa keluarganya ke Surabaya. Sementara itu, di Surabaya belum jelas pekerjaannya. Terkait itu, razia kependudukan bakal dilakukan.
Koordinasi dengan berbagai pihak juga dilakukan. Mulai kelurahan, RT, RW, hingga pemilik tempat kos atau kontrakan. Sasaran razia adalah semua tempat kos dan kontrakan. Jika menemukan warga yang tidak dilengkapi identitas atau belum punya pekerjaan, mereka akan dipulangkan ke tempat asal. ”Saran kami, kalau belum ada pekerjaan jelas, mending jangan ke Surabaya dulu,’’ ucap Indra.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
