
Photo
JawaPos.com- Sempat tertunda karena hujan, akhirnya kontes bandeng kawak di Alun-Alun Kota Gresik pada Kamis (28/4) malam tergelar. Malah, kali ini terbilang spektakuler. Betapa tidak. Bobot bandeng pemenang lelang mencapai 18,04 kilogram dengan panjang 92 sentimeter.
Berdasarkan penelusuran Jawa Pos, prestasi tersebut bukan hanya menjadi catatan bandeng terberat sepanjang sejarah pelaksanaan kontes di Pasar Bandeng Gresik. Namun, bisa jadi tercatat sebagai bandeng hasil budidaya paling besar di seluruh Indonesia. Bahkan, mungkin di dunia.
Siapa pembudidaya bandeng seberat anak balita itu? Dia adalah Syaifullah Mahdi, petambah asal Sumbersuci, Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah. Entah berapa lama, pria kelahiran 17 November 1976 itu membesarkan bandeng dengan berat 18,04 kilogram itu. Yang jelas, namanya pasti akan terus dikenang sepanjang tidak ada bandeng lebih berat dari miliknya.
Sementara itu, untuk juara kedua seberat 8,7 kilogram dengan panjang 78 sentimeter, milik Rozikin, petambah asal Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah. Lalu, pemenang ketiga sengan berat 8,01 kilogram dengan panjang 74 sentimeter, milik M. Sobih, warga dari Desa Tanjung Widoro, Mengare, Kecamatan Bungah.
Adapun juara harapan, bandeng milik Ali Huda, petambak dari Desa Tanjung Widoro, Kecamatan Bungah, dengan berat 5,19 kilogram dan panjang 65 sentimeter. Pada lelang Pasar Bandeng tahun lalu, bandeng terbesar dimenangkan petambak asal Mengare, Kecamatan Bungah. Yakni, bandeng milik Zainul dengan berat 6,5 kilogram.
Berkat capaian itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pun memberikan apresiasi istimewa kepada para pemenang tersebut. ‘’Masing-masing akan mendapatkan hadiah umrah,’’ ujar bupati alumnus Universitas Airlangga Surabaya itu.
Dalam sambutannya, bupati mengungkapkan bahwa Gresik selama ini memang dikenal sebagai daerah produsen bandeng. ‘’Berbicara soal Gresik ya bandeng dan sarung,’’ ungkapnya.
Karena kekhasan itu, tidak salah kalau kemudian Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI telah menetapkan Gresik sebagai kampung bandeng. Tepatnya, di Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah
Dengan penunjukan itu, maka pemerintah akan memberikan intervensi agar budidaya bandeng semakin optimal. Mulai upaya penyediaan pakan hingga pupuk bersubsidi untuk para petambak atau petani ikan.
Anggota DPR RI dari Golkar M. Sarmuji yang juga turut hadir dalam kontes bandeng kawak itu juga terheran-heran dengan capaian budidaya bandeng di Gresik. ‘’Di Surabaya itu juga banyak tambak. Namun, tidak ada apa-apanya dengan Gresik,’’ ungkapnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
