
Ilustrasi tawuran. Dok JawaPos
JawaPos.com- Anggota Komisi C DPRD Surabaya William Wirakusuma menilai, fasilitas Kota Pahlawan belum sepenuhnya layak. Beberapa sarana-prasarana (sarpras) yang tersedia perlu dibenahi. Salah satunya, trotoar.
Menurut William, dari 285 jalan utama atau jalan kelas I di Surabaya, baru 24 persen jalan utama yang memiliki jalur bagi pejalan kaki. Selebihnya tidak punya. Dari data itu, politikus PSI tersebut berpendapat bahwa pembangunan trotoar layak di Surabaya berjalan lambat.
Trotoar yang tersedia di jalan utama itu pun belum sepenuhnya layak digunakan. Sekitar 76 persen kondisi jalur pejalan kaki masuk kategori kelayakan sedang dan buruk. Sisanya berada dalam kondisi baik.
Jalan dengan trotoar yang buruk berada di sebagian Jalan Adityawarman dan sebagian Jalan Raya Kertajaya Indah. Trotoar cenderung sempit, tidak rata, dan sering kali difungsikan sebagai tempat parkir serta tidak ramah bagi penyandang disabilitas. Padahal, akses tersebut merupakan rute transportasi umum Suroboyo Bus.
Trotoar dengan kelayakan sedang berada di Jalan Bubutan. Di sejumlah bagian jalur pejalan kaki itu justru berdiri satu pos keamanan.
Menurut William, trotoar seharusnya dibangun satu paket dengan fasilitas bagi penyandang disabilitas. Misalnya, penunjuk arah bagi tunanetra dan fasilitas tiang pembatas bagi pengguna kursi roda. ”Itu tampak pada trotoar di Jalan Raya Darmo dan Jalan HR Muhammad,” ujarnya.
William berharap pemkot mampu menyediakan fasilitas trotoar yang lebih ramah bagi para pejalan kaki. Khususnya bagi penyandang disabilitas. Untuk mewujudkannya, pemkot dapat mengacu Peraturan Menteri PUPR 3/2014 tentang Pedoman Perencanaan, Penyediaan, dan Pemanfaatan Prasarana dan Sarana Jaringan Pejalan Kaki di Kawasan Perkotaan.
Terpisah, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya Adi Gunita mengungkapkan, setiap hari petugas berkeliling memantau titik trotoar yang rusak. Rencananya, tahun ini pemeliharaan dan perbaikan jalur pedestrian itu ditingkatkan dengan mengganti material.
Semula material trotoar terbuat dari keramik, lalu diganti dengan batu keras atau batu alam. Adi berharap penggantian material itu membuat jalur pejalan kaki tersebut semakin awet. ”Karena kami mengevaluasi keramik cepat rusak,” ungkapnya.
Adi menjelaskan, penggantian trotoar skala sedang digarap DSDABM Surabaya. Titik pembangunan trotoar baru adalah kawasan Ampel hingga Pasar Pegirian. Selain itu, di Jalan Dharmahusada, sekitar SMKN 5 Surabaya.
Kemudian, di daerah Jalan Mulyosari, Jalan Demak, Jalan Arjuno, dan Jalan Ambengan. Pengerjaannya dimulai setelah Lebaran. ”Mulai perbaikan kecil di beberapa titik dulu, lalu pembuatan jalur pedestrian baru,” terangnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
