Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 April 2022 | 13.16 WIB

Pasien Luar Negeri Banyak Berobat di Surabaya, Terbanyak dari Korsel

Petugas Laboratorium memeriksa tabung penyimpanan embrio di National Hospital. Riana Setiawan/JawaPos - Image

Petugas Laboratorium memeriksa tabung penyimpanan embrio di National Hospital. Riana Setiawan/JawaPos

JawaPos.com–Pasien luar negeri atau ekspatriat yang berobat di Kota Surabaya makin meningkat. Kondisi itu selaras dengan medical tourism atau wisata medis yang sedang digaungkan Pemerintah Kota Surabaya.

Salah satu rumah sakit yang menjadi jujukan ekspatriat dan warga luar negeri adalah Rumah Sakit National Hospital. Direktur RS NH Azman Hakmi Lubis mengatakan, rata-rata pasien berasal dari luar negeri.

”Memang rata-rata pasien kami datang dari luar negeri. Jadi ada yang langsung datang dari asalnya, atau yang memang tinggal di sini (ekspatriat). Mengingat Surabaya kota terbesar kedua dengan jumlah ekspatriat terbanyak di Indonesia,” kata Azman.

Azman mencatat pasien datang dari banyak negara. Terbanyak adalah dari Korea Selatan. ”Dari mana-mana ya. Paling banyak Korea Selatan. Ada juga Jepang. Karena buka pabrik atau industrinya di Jawa Timur. Jadi berobatnya ke sini,” ujar Azman.

Kedatangan pasien asal luar negeri itu diakuinya menjadi salah satu pendongkrak wisata medis di Kota Surabaya. Mengingat banyak perusahaan multinasional di Surabaya dan Jawa Timur.

”Selain dari Korea Selatan dan Jepang, ada juga yang dari Inggris. Mayoritas mendaftar untuk fasilitas program hamil. Apalagi kami juga bekerja sama dengan Morula IVF (klinik fertilitas),” terang Azman.

Pasien luar negeri juga datang untuk mengikuti program bedah syaraf. Fasilitas itu menjadi salah satu keunggulan di National Hospital.

”Kami punya teknologi yang advanced dan mengutamakan pasien. Ke depannya kami mengembangkan medical tourism itu kami mudah-mudahan pasca pandemi bisa berjakan lagi,” ucap Azman.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Morula Indonesia Ivan menambahkan, pihaknya optimistis pasien dari luar negeri dan dalam negeri akan bertumbuh makin besar pada 2022. Pasien yang datang dari program wisata medis itu meningkat 25 persen tiap tahun.

”Kerja sama bisnis yang sangat strategis, karena klinik fertilitas tidak bisa berdiri sendiri. Oleh karenanya kerja sama dengan National Hospital menjadi sebuah kunci untuk bisa saling melengkapi dan memperkuat satu sama lain,” papar Ivan.

Morula kini berkerja sama dengan National Hospital untuk menghadirkan layanan klinik fertilitas dengan cutting edge technology untuk layanan program bayi tabung (IVF) maupun Intra Uterine Insemination (IUI). Layanan IVF di Morula IVF Surabaya diharapkan menarik perhatian warga untuk wisata medis dengan fasilitas Pre-implantation Genetic Testing for Aneuploidy (PGT-A), Laser Assisted Hatching, ICSI, Intra-cytoplasmic Morphologically selected Sperm Injection (IMSI), Time Lapse Incubator, Embryo Freezing, Egg Freezing, hingga Endometrial Receptivity Analysis (ERA).

”Pertumbuhan pasien bayi tabung di Morula IVF Surabaya mencapai 36 persen per tahun selama 5 tahun terakhir,” ujar Ivan.

Ivan mencatat, terdapat 185.000 pasangan yang mengalami masalah infertilitas di Surabaya. Sekitar 20 persen di antaranya adalah market premium yang mempunyai kemampuan untuk melakukan program bayi tabung.

”Data terkini bahkan menggambarkan bahwa klinik Morula IVF di Surabaya memegang pangsa pasar 41,4 persen untuk wilayah Surabaya/Jawa Timur. Setiap tahun melayani hampir 3.000 pasangan yang datang berkonsultasi ke klinik Morula IVF Surabaya dan terkonversi menjadi 750 cycles program IVF (bayi tabung) pada 2021,” tutur Ivan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore