Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 31 Maret 2022 | 21.14 WIB

Sopir Sulit Cari Solar, Truk Terlambat Masuk Pelabuhan

PANIC BUYING: SPBU di Jalan Gresikan, Surabaya, memasang tanda bertulisan habis untuk pengisian bahan bakar solar, Senin (18/10). (AHMAD KHUSAINI/JAWA POS) - Image

PANIC BUYING: SPBU di Jalan Gresikan, Surabaya, memasang tanda bertulisan habis untuk pengisian bahan bakar solar, Senin (18/10). (AHMAD KHUSAINI/JAWA POS)



JawaPos.com – Persoalan stok bahan bakar minyak (BBM) kembali menyusahkan pengusaha angkutan. Banyak sopir yang mengeluh sulit mencari solar. Imbasnya, perjalanan angkutan ke pelabuhan turut terhambat.

Berdasar informasi, stok solar yang menipis terjadi di sejumlah daerah. Terutama di kawasan utara Jatim seperti Tuban dan Bojonegoro. Pengusaha berharap kondisi itu segera ditangani agar tidak merembet ke Surabaya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Kota Surabaya Putra Lingga menyatakan, pasokan BBM di Surabaya masih aman. Namun, konsumsi solar tetap harus dipantau. ”Karena di luar sulit, kami memprediksi ada banyak sopir yang mengisi di Surabaya,” kata Lingga.

Dia menjelaskan, kesulitan mencari solar juga berpengaruh pada pengiriman barang. Ada truk yang terlambat masuk ke pelabuhan. ”Memang tidak sampai terjadi penumpukan di pelabuhan. Namun, keterlambatan angkutan perlu diwaspadai,” jelas Lingga.

Terkait dengan pasokan solar, Lingga mengungkapkan bahwa pengusaha sudah menyurati perwakilan pemerintah. Pasokan ke tujuh SPBU di sekitar pelabuhan harus diprioritaskan. Tujuannya, pengiriman via kapal tidak terganggu.

Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jatim Hengky Pratoko menyampaikan, sejauh ini belum ada keluhan terkait dengan stok solar di Surabaya. Yang banyak masih curhatan dari sopir di luar Jawa. ”Dari pelabuhan ke pelabuhan tak terhambat. Namun, pengiriman dari pelabuhan ke wilayah sasaran berpotensi terganggu,” ujar Hengky.

Dia menegaskan, persoalan solar bersubsidi memang tidak bisa disepelekan. Pemerintah perlu mencari solusi. ”Kami khawatir harganya naik seperti minyak goreng,” ujar Hengky.

Menurut dia, biaya logistik berpotensi naik saat bulan puasa. Kenaikan harga solar bakal semakin memberatkan. Hengky menekankan pentingnya pengawasan terhadap distribusi solar.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore