Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 Januari 2024 | 00.21 WIB

Penyaluran BLT Permakanan Siap Saji di Surabaya Periode Januari Sudah 100 Persen

Penerima bantuan uang tunai Permakanan Pemkot Surabaya. - Image

Penerima bantuan uang tunai Permakanan Pemkot Surabaya.

JawaPos.com–Akhirnya, penyaluran BLT Permakanan siap saji periode Januari kepada masyarakat miskin di Surabaya sudah mencapai seratus persen. Penyaluran BTL permakanan itu merupakan peralihan dari program permakanan siap saji pada 2023 yang kini disalurkan secara tunai.

Kepada Dinas Sosial Kota Surabaya Anna Fajriatin mengatakan, BLT permakanan tahun ini disalurkan secara tunai. Jumlah Rp 200 ribu setiap bulan.

Dilansir dari website resmi Pemerintah Kota Surabaya, untuk periode Januari, penyaluran BLT Permakanan sudah mencapai 100 persen.

”Alhamdulillah sudah selesai (penyaluran), BLT sudah hampir sekitar 100 persen,” kata Kepala Dinsos Anna Fajriatin.

Penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) di Kota Surabaya terhitung dimulai sejak 4-11 Januari. Bagi warga yang mendapatkan bantuan namun tidak bisa datang ke kecamatan, pemkot dan Bank Jatim yang turun memberikan bantuan itu langsung kepada warga. Tim dinsos dan Bank Jatim datang ke rumah warga yang sedang sakit untuk mengantarkan hak mereka.

”Kemarin yang tersalurkan melalui Bank Jatim, sisanya kami turun karena ada yang tidak bisa datang,” ungkap Anna.

Dinsos Surabaya mencatat, data keluarga miskin (gamis) penerima BLT Permakanan pada 2024 mencapai 8.310 orang. Namun dalam penyaluran periode Januari, jumlah KPM yang terkonfirmasi sebanyak 8.297 orang di Surabaya.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kota Surabaya Imam Mahmudi menjelaskan, perbedaan data jumlah KPM tersebut karena beberapa hal. Di antaranya, meninggal dunia kartu keluarga (KK) tunggal, dan pindah ke luar Kota Surabaya.

”Jadi berkurang karena ada yang meninggal KK tunggal dan ada juga yang pindah luar Surabaya. Kalau sakit atau lansia tidak bisa berjalan, itu kita antar bantuan ke rumahnya,” terang Imam Mahmudi.

Menurut Imam, bagi KPM KK tunggal yang meninggal dunia, tidak bisa statusnya sebagai penerima bansos digantikan keluarga lain. Karena itu, dana BLT tersebut, dikembalikan ke kas daerah Kota Surabaya.

Imam menyatakan, pada Februari, pihaknya akan kembali meng-update data KPM BLT Permakanan. Hal itu dilakukan untuk memastikan dana penerima bansos tersebut tepat sasaran. ”Nanti Februari kita update lagi datanya,” tutur Imam Mahmudi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore