
Photo
JawaPos.com- Fasilitas kesehatan (faskes) untuk warga Sidoarjo terus bertambah. Kemarin (17/3) Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor meresmikan Puskesmas Tarik 2. Satu di antara tiga pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang selesai dibangun tahun lalu itu sudah dapat melayani masyarakat.
Selain Puskesmas Tarik 2, puskesmas anyar yang bakal diresmikan adalah Puskesmas Tambakrejo di Kecamatan Waru dan Puskesmas Wonokasian di Kecamatan Wonoayu. Dua puskesmas itu rencananya diresmikan pekan depan secara bergantian.
Anggaran untuk membangun satu gedung puskesmas awalnya Rp 7,5 miliar. Namun, pengerjaan puskesmas anyar tersebut berbiaya Rp 5,5 miliar. Sesuai penawaran pemenang lelang. Sementara itu, alat kesehatan dianggarkan sebesar Rp 2 miliar per puskesmas.
Tadinya, Puskesmas Tarik 2 merupakan puskesmas pembantu (pustu) dari Puskesmas Kemuning atau yang terkenal sebagai Puskesmas Tarik. Namun, puskesmas tersebut lantas dikembangkan sehingga bisa berdiri sendiri. Saat ini Puskesmas Tarik 2 tidak melayani rawat inap. Hanya rawat jalan.
Dengan demikian, sekarang Kecamatan Tarik memiliki dua puskesmas. ’’Sehingga dapat meng-cover jumlah penduduknya kurang lebih 69.564 orang,’’ kata Kepala Dinkes Sidoarjo drg Syaf Satriawarman SpPros kemarin. Kecamatan Tarik memiliki 20 desa. Puskesmas Tarik 2 diproyeksikan bisa melayani warga di tujuh desa.
Sementara itu, Muhdlor menyatakan bahwa pembangunan Puskesmas Tarik 2 penting sebagai bentuk pemerataan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dia mendorong pelayanan kesehatan di tingkat bawah berjalan baik. Salah satu indikatornya, warga tidak sulit mengakses layanan kesehatan karena dekat dengan puskesmas.
Normalnya, satu puskesmas itu bisa meng-cover 30.000 warga. Sementara itu, jumlah penduduk di Kecamatan Tarik saat ini kurang lebih 69.564 orang. ’’Sehingga dibutuhkan minimal dua puskesmas,’’ ujar Muhdlor.
Pembangunan Puskesmas Tarik 2 tersebut juga merupakan bagian dari program peningkatan dan pemerataan kesehatan kepada masyarakat. Terutama bagi warga yang tidak mampu. ’’Kami pastikan lewat JKMM (jaminan kesehatan masyarakat miskin) akan tetap terlayani dan mendapatkan pelayanan utuh serta gratis,’’ lanjutnya.
Menurut Muhdlor, keberpihakan kepada masyarakat kecil terkait dengan pelayanan kesehatan di Sidoarjo menjadi prioritas utama. Guna menumbuhkan SDM unggul yang sehat dan siap berdaya saing harus dimulai dari bawah. Termasuk juga tentang lokus stunting yang diresmikan terkait dengan intervensi penambahan gizi di Kecamatan Tarik.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
