
Ilustrasi Pemilu 2024. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)
JawaPos.com–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya mencatat lebih kurang 4.000 orang pindah pilih, masuk Daftar Pemilihan Tambahan (DPTb) dari dan ke Surabaya.
Komisioner KPU Surabaya Divisi Perencanaan Data dan Informasi Naafilah Astri Swarist menyebut, data itu masih bisa saja bertambah. Sebab, batas pengurusan DPTb masih sampai 30 hari sebelum pemilihan atau 15 Januari.
”Jelang 30 hari, kami memerintahkan PPK dan PPS membuat infografis, perihal batasan waktu bagi pemilih yang pindah pilih, ada sembilan kategori. Di antaranya mahasiswa, yang sakit, bekerja di luar wilayah domisili, rehabilitasi narkoba, dan sebagainya, sesuai peraturan KPU. Kami membuat informasi batas waktu sampai 15 Januari,” kata Naafilah Astri Swarist.
Nah, bagaimana dengan kategori bertugas di tempat lain, menjalani rawat inap (sakit), tertimpa bencana, atau menjadi tahanan Rumah Tahanan (Rutan) atau Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)? Naafilah menyampaikan, untuk kelompok tersebut masih bisa mengurus DPTb dari H-29 hingga H-7 pemilihan (16 Januari-7 Februari).
Ketentuan itu, lanjut dia, sesuai kategori DPTb dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 11 Tahun 2018 pasal 36 ayat (3).
”Termasuk yang bisa mengurus DPTb yang paling lambat H-7 pada 7 Februari sebagaimana putusan MK. Masyarakat bisa langsung datang ke PPS, PPK, dan KPU di daerah asal ataupun tujuan,” terang Naafilah Astri Swarist.
”Itu harus diurus secara pribadi. Mereka datang sendiri, syarat utamanya harus terdaftar di DPT daerah asal,” beber dia.
Beberapa persyaratan yang harus dibawa antara lain dokumen pendukung, berupa surat keterangan sebagai mahasiswa dari kampus terkait, karyawan dari perusahaan bekerja, dan lainnya.
”Kami akan masukkan ke Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih), jadi tidak ada lagi surat pindah memilih itu manual. Jadi Sidalih bisa membaca dia DPT misalnya dari Jawa Tengah. Nantinya di form surat pindah memilih sudah muncul dari lima jenis surat suara bahwa yang bersangkutan mendapatkan surat suara berapa dan jenisnya apa,” papar Naafilah Astri Swarist.

Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
