
Petugas Satpol PP menertibkan pedagang kaki lima di pinggir jalan kawasan Gembong, Kota Surabaya, Selasa (1/2). Diskominfo Surabaya/Antara
JawaPos.com–Petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kota Surabaya menertibkan ratusan pedagang kaki lima. Mereka berjualan di pinggir jalan di kawasan Kapasari, Gembong, dan Ngaglik.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya Eddy Christijanto mengatakan, sejak 2018, pemerintah kota telah memfasilitasi para pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di pinggir jalan kawasan Kapasari, Gembong, dan Ngaglik untuk pindah. Pemerintah sudah menyiapkan stan jualan yang lebih layak di Pasar Gembong Asih.
”Relokasi PKL itu untuk mengembalikan jalur pedestrian dan tepi jalan sebagaimana fungsinya. Itu sesuai Perda 10 Tahun 2000 tentang Penggunaan Jalan dan Perda No 2 Tahun 2020 tentang Ketertiban Umum,” ujar Eddy Christijanto seperti dilansir dari Antara di Surabaya, Selasa (1/2).
Namun, lanjut dia, para PKL tersebut kembali berjualan di jalan, padahal sudah punya stan di Pasar Gembong Asih. Sehingga, pedagang pasar, mengajukan keberatan, karena pembeli tidak mau masuk pasar.
Eddy menyebut, sejak 2018, surat pemberitahuan sudah sering diberikan Satpol PP agar para PKL tak lagi berjualan di jalan. Namun, ketika petugas mulai konsentrasi ke lokasi lain, para PKL itu mencari kesempatan kembali ke pinggir jalan.
”Hak sudah diberikan pemkot dengan relokasi ke sentra Gembong Asih. Pemkot hanya minta kewajiban mereka untuk mematuhi tidak jualan lagi di jalan,” ujar Eddy Christijanto.
Sementara itu, Koordinator Pedagang Pasar Gembong Asih Mulyono Samsul Arifin mengaku menjadi salah satu warga yang turut merekomendasikan lokasi Pasar Gembong Asih sebagai tempat relokasi PKL. ”Seiring berjalannya waktu saat tempat sudah dibangun selesai, alhamdulillah arus lalu lintas yang di Kapasari sudah tidak macet dan pedagang itu sudah ada tempatnya,” tutur Mulyono Samsul Arifin.
Namun, kata Samsul, ketika pandemi melanda, Satpol PP Surabaya lebih fokus menangani Covid-19. Sehingga, intensitas untuk menertibkan para pedagang di jalan itu berkurang. Hal itu lantas dimanfaatkan para pedagang untuk kembali berjualan di jalan.
”Pedagang di pasar itu keluar lagi jualan di Jalan Kapasari, Ngaglik. Itu sudah lama, sejak pandemi sekitar setahun lalu. Banyak yang keluar sampai akhirnya membeludak di luar,” papar Mulyono Samsul Arifin.
Bahkan, Samsul menyebut, hampir 100 lebih pedagang memilih berjualan kembali ke pinggir jalan. Hal itu lantas diikuti pedagang-pedagang baru yang makin menambah kemacetan arus lalu lintas di kawasan Gembong.
”Akhirnya empat hari lalu ada yang memvideo dan dikirim ke wali kota. Sehingga wali kota memerintahkan satpol PP untuk menertibkan,” terang Mulyono Samsul Arifin.
Samsul bersama para pedagang asli Pasar Gembong Asih sepakat dan siap mendukung penertiban yang dilakukan Satpol PP Surabaya. Apalagi, lokasi relokasi yang sudah disiapkan Pemkot Surabaya tersedia fasilitas yang mumpuni.
”Fasilitas umumnya ada, toilet, dan tidak dikenakan retribusi mulai masuk pasar,” ucap Mulyono Samsul Arifin.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
