
PENGGANTI PELAT: Pamin Samsat Surabaya Utara Iptu Muhammad Romaji menunjukkan stempel pada STNK kendaraan roda empat yang menerangkan TNKB (pelat nomor) masih dalam proses akibat material belum tersedia (20/1). (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)
JawaPos.com - Stok material pelat nomor untuk kendaraan roda empat di Samsat Surabaya Utara kosong. Hingga kemarin (20/1) antrean pengajuan pelat baru mencapai ratusan pemohon. Petugas belum mengetahui kapan stok material kembali tersedia.
Perwira Administrasi (Pamin) Samsat Surabaya Utara Iptu Muhammad Romaji mengatakan, stok material pelat nopol kosong sejak Senin (17/1). Khusus kendaraan roda empat, setiap hari jumlah pemohon yang mengajukan pelat nopol baru sekitar 50 orang.
Romaji mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab kosongnya persediaan material itu. Selama ini material dikirim langsung oleh Korlantas Mabes Polri. Namun, yang pasti, tahun ini ada perubahan desain pelat nomor kendaraan pribadi. Baik itu sepeda motor maupun kendaraan roda empat. Sebelumnya, cat hitam menjadi warna dasar pelat nomor dengan kombinasi nomor kendaraan berwarna putih.
Tahun ini desain berubah sebaliknya. Cat putih menjadi warna dasar pelat. Sementara itu, cat hitam menjadi warna nomor kendaraan.
Perubahan desain bertujuan untuk memaksimalkan pengawasan melalui kamera electronic traffic law enforcement (ETLE). Warna nopol hitam dinilai lebih akurat dalam pengawasan kendaraan melalui kamera pengintai.
”Material lama memang sengaja dihabiskan. Hanya, produksi material baru belum merata. Sehingga terjadi kekosongan,’’ ujarnya.
Meski begitu, wajib pajak tak perlu khawatir. Meski pelat nopol masih kosong, mereka masih bisa menggunakan nopol yang lama. Sebagai bukti telah membayar pajak, samsat memberikan tanda khusus pada STNK mereka berupa stempel merah bertulisan TNKB (pelat nomor) masih dalam proses.
Setelah pelat baru keluar, pemilik kendaraan akan dihubungi oleh samsat melalui pesan WhatsApp dengan nomor handphone 081233491253. Selain nomor tersebut, pemohon tak perlu menanggapinya.
Yang menjadi persoalan saat ini, lanjut Romaji, mobil yang baru saja keluar dari diler. Secara otomatis nopol tidak bisa keluar dan belum ada penggantinya meski STNK telah dicetak. Terkait hal tersebut, Romaji masih menunggu arahan dari Korlantas Mabes Polri dan Dirlantas Polda Jawa Timur.
Sambil menunggu pelat asli keluar, pihaknya masih mempertimbangkan penggunaan pelat sementara berwarna putih lis merah. Yakni, nopol yang biasa digunakan pihak diler untuk mengantar mobil kepada konsumen. Atau ada alternatif lainnya. Pihaknya terus mencari solusinya.
Berbeda halnya dengan stok pelat nopol sepeda motor. Meski terus menipis, jumlah material yang tersedia masih banyak. Yaitu, sekitar 50 ribu. Jumlah itu dinilai cukup hingga jangka waktu satu tahun.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
