Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 Januari 2022 | 23.42 WIB

Petani Kedurus Panen Beras Merah dari Lahan 1.500 Meter Persegi

Salah seorang petani membawa hasil panen. Humss Pemkot Surabaya - Image

Salah seorang petani membawa hasil panen. Humss Pemkot Surabaya

JawaPos.com–Kelompok Tani Kedurus Subur, Kecamatan Karangpilang, Kota Surabaya, panen beras merah, Jumat (14/1). Mereka panen di lahan seluas 1.500 meter persegi. Lahan itu merupakan percontohan pembinaan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya.

Camat Karangpilang, Kota Surabaya, Febriadhitya Prajatara mengatakan, penanaman beras merah merupakan salah satu program yang digagas Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Perekonomian warga didorong lebih meningkat lewat berbagai cara, bidang pertanian salah satunya.

”Karena kita ketahui rata-rata petani di Indonesia tanamnya beras putih. Jadi beliau (wali kota) menyampaikan agar bagaimana bisa meningkatkan produktivitas, salah satunya melalui beras merah. Nanti dilanjut ke beras hitam,” kata Febri, sapaan akrab Febriadhitya Prajatara.

Mantan Kabag Humas Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya itu memastikan, pemerintah akan terus mendampingi, membina, dan memberi bibit, kepada petani. Sebab, DKPP Surabaya akan melakukan pelatihan-pelatihan kepada para petani. Misalnya, melakukan manajemen pemasaran untuk hasil pertanian.

Dia juga berharap wilayah Kedurus tak hanya dimanfaatkan sebagai ekosistem pertanian, tapi juga edukasi dan wisata. ”Nanti ditingkatkan jadi tempat wisata dan edukasi. Harapan kami bisa lebih mensejahterakan warga Surabaya, terutama di Kecamatan Karangpilang,” papar Febriadhitya Prajatara.

Penyuluh Pertanian Kecamatan Karangpilang DKPP Surabaya Yusuf Indra Suryono mengatakan, sudah lama memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada Kelompok Tani Kedurus Subur. Pembinaan tak hanya dilakukan kepada petani di bidang tanaman pangan, tapi juga hortikultura.

”Di wilayah Kedurus, kami membina ada dua kelompok tani. Kedurus Subur menangani masalah tanaman pangan dan Urban Farmer menangani tanaman horti, budidaya maggot, dan ikan,” terang Yusuf.

Menurut Yusuf, wilayah Kedurus cocok untuk dijadikan ekosistem pertanian beras merah. Nah, sebagai langkah awal, lahan seluas 1.500 meter persegi tersebut dijadikan percontohan sebelum dikembangkan lebih luas.

”Jadi di Kedurus ini lahannya cocok, sehingga kami tawarkan kepada Ketua Kelompok Tani untuk ditanam lahan demplot (percontohan). Sementara ini kita beri percontohan dengan bibit sebanyak 15 kilogram,” ujar Yusuf.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Kedurus Subur Miskan menjelaskan, lahan tanam yang sesuai untuk beras merah sekitar 2.500 meter persegi. Namun, karena sebagai percontohan awal, penanaman dilakukan di lahan 1.500 meter persegi.

”Berhubung kita masih ragu dengan kondisi lahan yang agak becek, akhirnya kita coba dulu di lahan 1.500 meter persegi dengan benih 15 kilogram. Kalau hasil panen kurang lebih 1,2 ton gabah, sedangkan berasnya itu biasanya jadi sekitar 70 persen,” kata Miskan.

Miskan menambahkan, hasil panen beras merah sebelumnya sudah dipesan sejumlah instansi. Menanam beras merah memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dari beras putih.

”Dari segi ekonomi lebih menguntungkan beras merah. Bahkan, beras merah ini sudah ada yang menawar sekitar Rp 15 ribu per kilogram, berupa beras siap konsumsi,” ucap Miskan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore