Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Desember 2023 | 23.24 WIB

Potensi Bencana Alam, BPBD Jatim Minta Pengelola Wisata Tambahkan Asuransi Saat Libur Panjang Nataru

Bromo menjadi salah satu tempat favorit wisatawan selama masa libur Nataru. - Image

Bromo menjadi salah satu tempat favorit wisatawan selama masa libur Nataru.

 

JawaPos.com - BPBD Jawa Timur meminta para pengelola tempat wisata menambahkan asuransi pada tiket masuk pengunjung selama masa libur Nataru. 

Hal itu dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan karena sejumlah faktor, misalnya melonjaknya jumlah pengunjung hingga bencana alam.
 
Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, menyatakan pihaknya juga meminta pengelola wisata meningkatkan pembiayaan untuk perawatan serta asuransi di wilayah wisata tersebut.
 
Ia meminta adanya asuransi tersebut diutamakan bagi tempat-tempat wisata berkonsep alam seperti wisata gunung, wisata sungai.
 
Menurutnya pada momen Nataru ini, ada potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi di Jawa Timur.
 
"Salah satu fokus kami di Kota Batu yang memang setiap Nataru jadi primadona tempat berlibur," jelasnya seperti dikutip dari Radar Surabaya.
 
"Kemudian daerah lain seperti Bromo, Kawah Ijen, Telaga Sarangan jadi perhatian serta beberapa tempat wisata yang ada di pegunungan, lalu di pinggir-pinggir sungai," lanjutnya.
 
Gatot mengatakan asuransi tersebut semakin diperlukan karena saat ini banyak tempat wisata yang memanfaatkan sungai maupun di daerah pegunungan sebagai keunggulannya.
 
 
"Pada saat musim hujan, ada potensi longsor atau air sungai naik ketika hujan lebat di daerah-daerah tersebut," imbuhnya.
 
Gatot juga meminta tempat-tempat wisata memasang rambu-rambu evakuasi kepada para pengunjung jika terjadi hal yang tidak diinginkan.
 
"Untuk rambu-rambu evakuasi maupun rambu-rambu informasi terkait dengan bahaya potensi di wilayah-wilayah pariwisata pasti kami harapkan sudah dikolaborasikan oleh BPBD kabupaten atau kota dengan pihak dinas pariwisata setempat maupun pengelola wisata," pungkasnya.
 
Sementara itu, Polda Jatim mengerahkan 13.034 personel gabungan TNI, Polri dan instansi terkait untuk mengamankan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru) di Jawa Timur.
 
Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Komarudin mengatakan, pihaknya juga mendirikan sekitar 143 pos pengamanan (pam), 42 pos pelayanan dan sembilan pos terpadu.
 
Seluruhnya tersebar di berbagai titik sesuai dengan karakter wilayah masing-masing.
 
"Tentu pilihan penempatan 143 pos pam, 42 posyan dan 9 pos terpadu didasari berdasarkan beberapa kriteria diantaranya adalah tempat wisata, yang akan dikunjungi saudara kita baik lokal maupun luar daerah. Titik-titik jalur penyeberangan, dan tempat tempat ibadah saudara kita yang akan melaksanakan misa natal," ujarnya.
 
Pengamanan dan pengerahan personil tersebut dilakukan untuk menghadapi berbagai potensi ancaman seperti terorisme hingga potensi bencana seperti rawan longsor dan titik kemacetan lalu lintas.
 
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore