
Photo
JawaPos.com- Usaha menekan jumlah sampah plastik terus dilakukan berbagai pihak. Kemarin (7/12) komunitas Nol Sampah Surabaya melakukan sosialisasi tentang penggunaan tas kain sebagai tas belanja. Sebelumnya, program serupa banyak dilakukan di pasar modern dan ritel.
”Sekarang kita coba lakukan di pasar tradisional. Sebagai pilot project, kami kerja sama dengan Fresh Market CitraLand,” ucap Hanie Ismail, salah seorang pendiri komunitas Nol Sampah Surabaya.
Sosialisasi dilakukan dengan santun. Pembeli yang sudah berbelanja dengan kantong plastik didekati oleh anggota komunitas dan pengelola pasar. Mereka menawarkan tas kain untuk ditukar dengan plastik yang sudah dipakai untuk berbelanja. ”Jangan lupa ya tas kainnya dipakai lagi besok. Kalau plastik begini, pakainya hanya 10 menit, jadi sampahnya lama sekali,” ucap Hanie sambil membantu pembeli memindahkan barang belanjaan.
Sebelum melakukan sosialisasi kepada pembeli, pihaknya juga melakukan survei penggunaan kantong plastik. Dalam satu hari, setidaknya ada 900 kantong berukuran besar dan 3.000 kantong berukuran kecil yang digunakan dalam transaksi.
Jumlah tersebut bakal jadi angka dasar. Apakah setelah sosialisasi dan peluncuran program tanpa plastik penurunannya akan signifikan?
Koordinator Publikasi dan Promosi City Management CitraLand Ahmad Helmy mengatakan, sebenarnya warga setempat mulai perhatian dengan diet kantong plastik. ”Kita lihat sudah ada yang pakai. Meski, memang belum banyak banget,” jelasnya.
Pihaknya mulai mempersiapkan program itu sejak Agustus lalu. Peluncuran resmi di Fresh Market CitraLand bakal dilakukan Januari 2022 mendatang.
”Sebagai pengelola, isu plastik ini memang harus diseriusi. Menjaga lingkungan sudah kewajiban bersama,” sambung Helmy.
Hanie mengaku masih akan mencari alternatif untuk wadah bahan makanan basah. Contohnya daging sapi atau daging ayam. Biasanya, pedagang masih menggunakan plastik kecil untuk potongan daging. Kemudian, dilapis lagi dengan plastik besar. ”Jadi, saat survei, kita juga menemukan fakta bahwa satu orang yang belanja satu jam bisa membawa 10 hingga 15 lembar plastik dalam satu tasnya,” sahutnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
