Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 20 November 2021 | 00.33 WIB

Sukses Olah Kertas Semen, Tembus Pasar sampai Turki dan Liverpool

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Tumpukan kertas semen, puluhan payung, dan ratusan tas tertata rapi di rumah Ermien Setyawati. Pemilik ESM Collection itu tengah menyelesaikan proyek untuk mengikuti festival payung di Solo beberapa waktu mendatang.

Payung yang dibuat bukan payung biasa. Tapi, payung berbahan dasar kertas semen bekas yang diolah menjadi ornamen bernilai tinggi, berpadu dengan daun jati. ’’Iya, konsep ini disebut juga eco-printing. Biasanya di kain ini, di kertas semen bekas,’’ ungkapnya.

Perempuan 67 tahun itu bersyukur setelah PPKM level 1 tersemat untuk Kota Surabaya, usaha kreatif miliknya mulai bangkit dan berkembang lagi. Permintaan untuk suvenir mulai bermunculan. Undangan untuk mengikuti pameran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pun berdatangan.

’’Terakhir ikut di Jatim Fair sama Surabaya Fashion Week (SFW). Produk saya dipakai juga untuk fashion show,’’ ungkapnya. Produk itu mulai payung, kipas, hingga tas yang mayoritas berbahan dasar kertas semen bekas.

Pendapatannya perlahan mulai naik, walaupun belum seperti sebelum pandemi datang. ’’Pas kasus Covid-19 sedang tinggi-tingginya, saya benar-benar drop. Susah dapat kertas semennya, order juga turun. Alhamdulillah pelan-pelan mulai naik lagi,’’ ujarnya.

Ermien mengatakan, dengan mengikuti pameran maupun festival itu, dirinya merasa semangat dan terus berkembang. Sebab, dalam pertemuan itu, dia selalu mendapat masukan dan pengetahuan baru yang bertujuan mengembangkan kreasinya. ’’Selama pandemi tetap produksi biar nggak lupa dan menghilangkan stres,’’ paparnya.

Dia mengungkapkan, harga payung, kipas, dan tas berbahan dasar kertas semen bekas itu relatif. Harga tas berkisar Rp 35–350 ribu. Berbeda dengan payung yang berangkat dari harga Rp 300 ribu ke atas. ’’Menyesuaikan diameter dan tingkat kesulitannya juga,’’ ungkap perempuan yang menjalani aktivitas itu sejak 2010 tersebut.

Kini, produk UMKM miliknya tak hanya laku di Indonesia. Namun, menembus batas hingga ke Turki dan Liverpool. ’’Alhamdulillah, berkat didampingi pemkot, produk bisa sampai sana. Semoga kondisi semakin membaik,’’ lanjutnya.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore