
Pelaksanaan PTM di SMPN 1 Surabaya. Alfian Rizal/JawaPos
JawaPos.com–Pemerintah Kota Surabaya mulai menyiapkan diri jelang pembelajaran tatap muka (PTM) dengan kapasitas 100 persen.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut, Surabaya telah dipilih pemerintah pusat menjadi percontohan PTM kapasitas 100 persen bagi seluruh provinsi di Indonesia. Untuk persiapan, sudah melakukan asesmen seluruh sekolah di Surabaya. Selanjutnya akan melakukan edukasi kepada orang tua.
”Bagaimanapun kalau ada anak yang terpapar, itu kan harus ditelusuri sumbernya. Apakah benar mereka dari sekolah langsung pulang ke rumah dan nggak keluar-keluar lagi,” ujar Eri.
Mantan Kepala Badan Perencanan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu mengaku belajar dari belasan siswa yang sempat dinyatakan positif Covid-19 beberapa waktu lalu. Ketika dilakukan tracing, mereka terbutki sempat melakukan perjalanan dari luar kota.
”Kalau memang benar-benar dari rumah ke sekolah, benar itu klaster PTM. Tapi kan mereka (yang sempat dinyatakan Covid-19) terbutki dari luar kota. jadi ini harus dilihat lagi. Jangan takut,” ucap Eri.
Ditanya kapan PTM kapasitas 100 persen akan dilakukan, Eri mengatakan, sedang menunggu Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri. Dalam keputusan itu, waktu pelaksanaan PTM kapasitas 100 persen akan ditentukan.
”Tunggu SKB 4 Menteri. Intinya ini bagaimana ekonomi dan pendidikan tetap berjalan dengan upaya memberantas Covid-19,” tutur Eri.
Sebelumnya, Surabaya mendapatkan kunjungan kerja tenaga ahli Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Andani Eka Putra. Dalam pertemuan itu, salah satunya membahas mengenai pelaksanaan PTM di Surabaya.
”Senin (15/11) dokter Andani datang ke Surabaya. Ketika Surabaya ini sudah 100 persen vaksinnya, sudah level 1, vaksin lansia sudah 94 persen. Ada kesepakatan bersama 4 menteri, Surabaya akan 100 persen sekolahnya,” kata Eri.
Kepada Eri, dokter Andani mengatakan, pemerintah pusat ingin menjadikan Kota Surabaya sebagai acuan nasional untuk PTM 100 persen. Pemerintah pusat menilai, Surabaya adalah daerah yang paling siap untuk melaksanakan kebijakan itu.
Terkait penanganan Covid-19 maupun penyelenggaraan PTM, lanjut Eri, Kota Surabaya dipandang paling berhasil oleh pemerintah pusat. Karena itu, Surabaya bisa menjadi contoh bagi kabupaten/kota atau kepala daerah lain di Indonesia.
”Ternyata dipandang pemerintah pusat, Surabaya yang terbaik. Sehingga Kota Surabaya bisa dicontohkan ke tempat-tempat lain,” papar Eri.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
