
Photo
JawaPos.com- Sudah berbulan-bulan para siswa belajar secara daring. Namun, kreativitas para pelajar mesti tetap terasa. Siswa SMAN 1 Gresik, misalnya. Mereka berhasil menyabet dua medali emas dari Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (Fiksi) yang diadakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Dua medali emas tersebut diraih empat orang siswi. Yakni, Sarasifa Mashiah dan Aiko Vitranty kelas XII MIPA yang menciptakan tas UV yang bisa melakukan sterilisasi bakteri, serta Lailatul Maghfiroh Syafa’ati dan Nur Maulida Tsaniah kelas XII SKS atau kelas akselerasi.
Kemarin (22/10) pagi, empat siswa itu memperlihatkan hasil karya tersebut kepada Jawa Pos. Sarasifa dan Aiko memperlihatkan penggunaan tas UV yang bernama Kahyuna itu. Jika dilihat, tas tersebut seperti tas biasa. Namun, ketika dibuka, tas itu memiliki bahan yang tidak biasa. Ada beberapa jenis tas yang meliputi tas selempang, tas belanja, dan tas ransel untuk sekolah.
Tas Kahyuna itu menggunakan bahan aluminium foil dan terdapat sinar UV. Apa fungsinya? Aiko menjelaskan, untuk tas selempang, bisa dimanfaatkan untuk belanja keperluan rumah seperti buah hingga sayur. Ketika barang-barang itu dimasukkan ke tas tersebut, otomatis tas akan melakukan sterilisasi bakteri.
Kemudian yang cukup unik adalah tas ransel. Tas itu sangat eye-catching untuk anak sekolah. Meski bentuknya kecil, tas tersebut memiliki dua ruang. Ruang atas berfungsi menaruh peralatan sekolah, sedangkan ruang bawah bisa digunakan untuk menyimpan bekal makanan hingga masker.
’’Sama, ada sinar UV-nya. Jadi, ini bisa memudahkan pengguna membersihkan barang. Dan tas ini bisa menghilangkan bakteri E.coli,’’ jelas Aiko.
Beragam fungsi kesehatan yang cukup simpel itu membuat karya siswi kelas XII tersebut meraih medali emas di ajang Fiksi Kemendikbudristek 2021. Memang, baru kali pertama di Indonesia, sekolah menyabet dua medali emas sekaligus di ajang Fiksi. Selain tas UV itu, siswa lain, yakni Lailatul dan Maulida, berkreasi dengan biji buah nangka atau yang biasa disebut beton.
Jika biasanya beton tersebut hanya dibuang atau diolah menjadi sayuran, oleh Laila dan Maulida, itu dibuat jajanan kering (jaring). Malahan, jaring beton tersebut diklaim sebagai produk yang pertama di Indonesia.
’’Memang, awalnya dapat ide dari orang tua. Karena diceritakan bahwa beton ini dulunya menjadi makanan orang desa, tapi sekarang sudah jarang. Akhirnya, kami kembangkan menjadi makanan kekinian,” kata Laila.
Cara membuatnya pun gampang. Satu buah nangka bisa menghasilkan sekitar 150 biji beton. Biji-biji itu kemudian diblender menjadi tepung. Hasilnya sekitar 800 gram.
Nah, dari tepung itu, kemudian diolah menjadi kue kering hingga bolu. ’’Setelah juara, kemarin banyak pesanan dari Jakarta,” ucap Laila. Bagaimana rasanya? Rasa kue dengan bahan dasar beton itu tak jauh berbeda dengan kue kering pada umumnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
