Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 September 2021 | 04.38 WIB

ITS Surabaya Mulai Kuliah Tatap Muka Akhir September

Ilustrasi pelaksanaan tes masuk perguruan tinggi negeri. Dok. JawaPos - Image

Ilustrasi pelaksanaan tes masuk perguruan tinggi negeri. Dok. JawaPos

JawaPos.com–Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) akan memulai kuliah tatap muka. Rektor ITS Ashari memastikan akhir September kuliah tatap muka diselenggarakan secara hybrid. Artinya, kuliah offline dan online akan diselenggarakan secara bersamaan.

”Kuliah hybrid karena semua kelas disiapkan kuliah tatap muka dan online sekaligus,” tutur Ashari pada Senin (6/9).

Kuliah tatap muka itu mulai disiapkan di ITS. Menurut perkiraan Ashari, akan dimulai minggu terakhir pada September. ”Minggu keempat, 2 minggu lagi. Tapi tetap terbatas,” tutur Ashari.

Untuk itu, tidak semua angkatan bisa mengikuti kuliah hybrid. Ashari mengutamakan angkatan baru yang belum pernah kuliah.

”Yang ikut untuk sementara kita prioritaskan angkatan 2020 dan 2021 yang belum pernah kuliah ke kampus. Dan sudah vaksin,” terang Ashari.

Kuliah tatap muka mulai disiapkan di ITS dengan membuat standar untuk ruang kelas. Selain sterilisasi dan protokol kesehatan, tiap kelas harus memiliki perangkat untuk kuliah online dan offline.

”Jadi mahasiswa yang ikut via online bisa mengikuti. Terus yang offline di kelas,” ujar Ashari.

Per departemen, lanjutd Ashari, hanya akan membuka 3–4 kelas. ”Di ITS ada 38 departemen,” tutur Ashari.

Bila rencana itu dilaksanakan, besar kemungkinan terdapat 152 kelas yang akan dibuka. Namun, tidak semua mahasiswa angkatan 2020 dan 2021 bisa mengikuti kuliah tatap muka. Hanya mahasiswa yang tinggal di dekat ITS yang bisa datang ke kampus.

”Syarat mahasiswa harus vaksin dan tinggal di Surabaya Raya dengan persetujuan orang tua. Harus tetap prokes. Insya Allah aman,” ucap Ashari.

Berdasar survei, Ashari menambahkan, 60 persen mahasiswa ingin kuliah dilaksanakan secara hybrid. Hanya 10 persne yang ingin online.

”Kami melakukan survei. Hasilnya 60 persen itu ingin hybrid. Yang ingin full online cuma 10 persen. Artinya mahasiswa ingin kuliah di kampus. Selama ini kan di kamar. Bosan mungkin,” tutur Ashari.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore