
Photo
JawaPos.com– Beberapa hari terakhir, cuaca di wilayah Surabaya Raya terasa panas. Terutama saat siang. Di dalam rumah hawanya sumuk. Bantal dan guling terasa hangat. Bahkan, saat berkendara dalam mobil ber-AC pun, terkadang suhu udaranya masih kurang sejuk. Badan mudah berkeringat.
Maklum, berdasarkan data dari BMKG, Agustus ini mulai memasuki puncak musim kemarau. Suhu udara di wilayah Surabaya mencapai 35 derajat Celcius. Kondisi demikian itu diprediksi terjadi hingga September-November mendatang.
Menurut Adi Hermanto, prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak, Surabaya, musim kemarau telah memasuki Jawa Timur. Termasuk kawasan Surabaya dan sekitarnya. Pada siang, suhu udara berkisar 30-35 derajat Celcius. ‘’Puncaknya terjadi pada bulan ini (Agustus, Red),’’ katanya, Kamis (12/8).
Suhu udara terasa panas tersebut disebabkan paparan matahari yang terik. Lalu, kelembaban yang rendah juga mempengaruhi cakupan lapisan awan. Karena itu, sinar matahari secara langsung menembus bumi. Namun, sebaliknya, saat malam hingga dini hari kondisi suhu udara bisa terasa cukup dingin. Yakni, berkisar 24-25 derajat Celcius. Kondisi itu biasanya dikenal bediding.
Hal itu disebabkan fenomena angin muson timur. ‘’Karena minimnya lapisan awan. Sehingga panas lebih cepat menguap ke angkasa,’’ paparnya.
Apakah fenomena itu merupakan dampak gelombang panas, yaitu suhu udara lebih panas 5 derajat Celcius dalam rentang beberapa hari? Menurut Adi, fenomena alam di Jawa Timur sekarang ini disebabkan dari pusaran siklonik lokal yang terjadi di Pulau Kalimantan. Gangguan pusaran siklonik lokal itu juga dapat menyebabkan turun hujan di musim kemarau, walaupun intensitasnya rendah. Artinya, hujan diperkirakan masih akan terjadi di sejumlah wilayah dalam beberapa hari ke depan.
Kondisi terik seperti sekarang, tentu dapat mempengaruhi kondisi kesehatan. Misalnya, potensi terjadi dehidrasi. Karena itu, Adi pun ikut mengingatkan agar warga mengkonsumsi air lebih banyak. Terlebih dalam masa pandemi agar senantiasa menjaga kesehatan. Untuk aktivitas olahraga, saat pagi merupakan waktu yang tepat. Sinar matahari tidak terlalu panas.
Selain itu, pihaknya pun turut mengimbau agar tidak melakukan pembakaran sampah di tempat sembarangan. Juga, tidak buang putung rokok sembarang seperti pada ilalang atau tumpukan sampah kering. Sebab, tindakan itu sangat berpotensi terjadinya kebakaran.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
