
Keluarga berziarah di TPU Keputih Surabaya. Alfian Rizal/Jawa Pos
JawaPos.com–Isu perbedaan angka kematian antara di lapangan dan data resmi dijawab Pemerintah Kota Surabaya. Selama Juli, tercatat 3.420 pemakaman protokol Covid-19 dilaksanakan. Menilik dari data itu, seharusnya data resmi yang dikeluarkan pemerintah maupun Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, angka kematian harusnya ratusan per hari. Namun, per hari di data hanya ada 5–10 warga yang dilaporkan meninggal.
Menanggapi informasi itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan, perbedaan data kematian antara di website lawancovid-19.surabaya.go.id dan lapangan, karena banyak warga yang meninggal sebelum testing. Karena itu, dia pun meminta proses tracing diperkuat.
”Kalau (data kematian) yang di lawan covid itu adalah orang yang sudah sakit dan positif. Mereka masuk data NAR,” beber Eri pada Senin (26/7).
NAR merupakan big data yang menjadi jujukan pemerintah daerah untuk melaporkan kasus dan angka Covid-19 di wilayah. Eri menyayangkan sejumlah warga Surabaya yang tidak segera memeriksakan diri ketika sakit. Kemudian, ketika kondisi makin parah, mereka baru dibawa ke puskesmas.
”Warga Surabaya ada yang sakit tapi nggak segera periksa, ada yang diberikan obat flu. Setelah parah, setelah sesak napas nggak kuat baru ke puskesmas. Telat ngasih oksigen, akhirnya meninggal dan tidak terdata dalam NAR sebagai pasien Covid-19,” papar Eri.
Sehingga, sejumlah warga yang belum menjalani swab antigen atau PCR itu, dimakamkan dengan protokol Covid-19. Sebab, mereka sudah menunjukkan gejala Covid-19.
”Belum swab antigen, dia meninggal. Sehingga kenapa angka kematian di lapangan lebih besar, tidak seperti laporan kematian di lawan covid,” jelas Eri.
Soal perbedaan angka antara data Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Eri memastikan, pihaknya selalu mengunggah dan melaporkan data real ke dalam NAR.
”Perbedaan data pemprov dengan pemkot sebenarnya ketika ada data yang masuk NAR, posisi yang ditarik dari PCR. Pemprov mungkin melihat dari titik yang berbeda. NAR ini kita lakukan,” tegas Eri.
Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya memastikan, pihaknya sudah melakukan swab test antigen kepada warga yang memiliki gejala.
”Sejak awal, kami melakukannya sudah swab. Sehingga warga ini, kita lakukan antigen. Kalau positif langsung tertangani. Positif antigen itu tanda-tanda Covid-19. Permenkes bilang antigen positif itu positif Covid-19,” jelas Eri.
Sehingga, bagi warga yang meninggal belum swab, tetap dimakamkan dengan protokol Covid-19. ”Saya harus jujur. Pemakaman Keputih maupun pemakaman umum tapi sudah suspect probable tetap protokol Covid-19. Makin banyak tracing, makin tahu harus gimana. Penanganan harus masif. Jadi bentuknya begini kita tahu banyak atau tidak ya. Bukan karena saya nggak mau buka. Saya selalu buka dari dulu,” ucap Eri.
Sebelumnya, Kepala Dinas DKRTH Anna Fajriatin menjelaskan, terdapat 3.420 warga Surabaya dimakamkan sesuai dengan protokol Covid-19. Angka itu meningkat 4 kali lipat dibandingkan bulan lalu.
”Sejak awal Juli hingga ada 3.420 yang dimakamkan di seluruh makam khusus Covid-19 di Surabaya. Bulan Juni ada 800,” terang Anna.
Surabaya memiliki tiga lahan pemakaman Covid-19. Yakni TPU Keputih, TPU Babat Jerawat, dan Krematorium Keputih. ”Di TPU Keputih, ada 2.260 warga yang dimakamkan pada Juli,” beber Anna.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
