
PERBANYAK BACA AL FATIHAH: Galuh enjoy menjalani tugasnya sebagai sopir ambulans khusus jenazah meski kadang mengalamki kejadian yang tak masuk akal.
Setelah selesai makan rujak di sebuah warung di Madura, Galuh Thirta Al Athur hendak membayar. Ibu penjual menagih dua porsi. Galuh bilang, dirinya sendirian. Tapi, si ibu ngotot. Katanya, ada penumpang laki-laki yang turun dari mobil ambulans dan ikut makan rujak. Masalahnya, Galuh sendirian di ambulans. Penumpang lain di mobil itu berwujud mayat.
---
BAGI Galuh, itu adalah kejadian di luar nalar yang paling tidak bisa dia lupakan. Hari itu dia hendak mengantar jenazah ke Madura. Di tengah jalan perut Galuh keroncongan. Karena sendirian, sopir ambulans milik sebuah yayasan di Surabaya tersebut bisa dengan mudah berhenti di tengah jalan dan makan.
Galuh pun mampir ke warung rujak. ”Saat itu bener-bener lapar, ini saya harus makan,” ucapnya kepada Jawa Pos. Meski Galuh membawa ambulans, ibu penjual atau pengunjung lain tak ada yang bertanya. Semua berjalan sebagaimana mestinya.
Keanehan terjadi ketika Galuh hendak membayar. Penjualnya bilang ada temannya yang ikut di mobil turun dan memesan rujak. Pemilik warung yakin karena kondisi warung saat itu tidak begitu ramai.
Meski sempat berdebat, Galuh akhirnya mengalah dan membayar dua porsi tersebut. Dia yakin penjualnya salah melihat. Dia pun melanjutkan perjalanan. Sampai di rumah duka, jenazah dibuka pihak keluarga.
Galuh benar-benar terkejut. Kondisi mulut jenazah waktu itu ada bekas layaknya habis makan rujak. Galuh pun terdiam sambil geleng-geleng.
Pria yang tinggal di Tenggilis, Surabaya, tersebut menduga, jangan-jangan ini yang dibilang penjual rujak. Kata penjual rujak, Galuh makan dengan laki-laki yang keluar dari mobilnya. Kemudian, temannya itu masuk duluan.
Dia tak bercerita apa-apa kepada keluarga di rumah duka. Dalam perjalanan bulu kuduknya merinding. ”Ini yang nggak bisa saya lupakan sampai sekarang,” kenangnya tentang kejadian dua tahun lalu itu.
Yang bikin Galuh susah percaya adalah kejadian tersebut berlangsung siang hari. Dalam perjalanan pulang ke Surabaya bibirnya tak henti berdoa. Termasuk doa untuk sang mayat. Galuh tidak tahu jelas riwayat jenazah itu. Dia hanya menerima perintah dari yayasan untuk mengantar jenazah. Itu pun dia hanya berbekal map di HP-nya.
Pria 26 tahun tersebut sudah menjadi sopir ambulans sejak 2015. Bau anyir darah hingga wangi kembang sudah lumrah dia rasakan. Terutama setelah pulang mengantarkan jenazah.
Pernah juga ada kejadian di luar nalar. Ambulans terasa sangat berat. Bahkan, roda bagian depannya sedikit mengangkat. Waktu itu Galuh mengantar jenazah ke Gresik saat siang hari. Posisinya saat itu jenazah didampingi keluarganya. Namun, dia tak berkomentar apa-apa.
Menurut Galuh, selama menjalankan tugasnya, salawat dan doa sangat penting. Berbagai peristiwa sering dia alami. Namun, dia tidak mau semua dihubungkan ke hal mistis. Pernah juga kejadian sial menimpa dirinya. Posisinya waktu itu sedang membawa mayat. Namun, ban mobil tiba-tiba meletus. Sialnya, dia tidak membawa dongkrak dan hanya berbekal kunci.
Galuh pun terpaksa menunggu sopir truk yang melintas. Untungnya, waktu itu siang hari. Beberapa jam kemudian ada sopir yang membantu. Setelah pulang mengantar jenazah ke Jombang, dia akhirnya mampir ke tambal ban. Ternyata ban dalam pecah menjadi dua. Padahal, kondisi ban waktu itu masih bagus.
Saat pandemi, Galuh sempat kewalahan karena harus mengirim banyak jenazah ke pemakaman. Kondisi waktu itu darurat. Pernah di tengah jalan Galuh dicegat seseorang dan diminta mengambil jenazah di rumahnya. Posisi Galuh waktu itu masih harus menjemput jenazah lagi. ”Waktu Covid-19 kami kewalahan,” terangnya.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
