Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 13 November 2023 | 21.46 WIB

Ada Plester Imunisasi Hepatitis B0, Ibu Kandung Sempat Ragu Buang Bayinya di Jalan Manyar Tirtoyoso Surabaya?

DIRAWAT NAKES: Dokter Gita Syahputri menyeka wajah bayi yang dia temukan di Jalan Manyar Tirtoyoso Jumat (10/11) lalu. Untuk sementara, dia merawat bayi itu. - Image

DIRAWAT NAKES: Dokter Gita Syahputri menyeka wajah bayi yang dia temukan di Jalan Manyar Tirtoyoso Jumat (10/11) lalu. Untuk sementara, dia merawat bayi itu.

JawaPos.com – Bayi yang ditemukan di dalam kardus di salah satu minimarket Jalan Manyar Tirtoyoso Jumat (10/11) lalu kini dirawat oleh orang yang menemukannnya, yaitu dr Gita Syahputri. Dia merawat bayi itu untuk sementara waktu hingga menunggu penyelidikan tuntas.

Saat ditemui di rumahnya kemarin (12/11), Gita mengatakan bahwa bayi yang belum diberi nama itu dalam keadaan sehat. Tali pusar bayi tersebut diperkirakan akan lepas satu minggu lagi.

Menurut Gita, bayi itu lahir secara prematur. Diperkirakan, usianya 7 hingga 8 bulan dengan berat badan sekitar 1,5 kilogram. ”Badannya kecil dan masih merah, alhamdulillah sehat,” ujarnya.

Saat menemukan bayi itu, Gita tak segera membawanya ke dalam mobil. Dia memastikan dulu kondisi bayi tersebut. Ternyata masih hidup.

Dia sempat ragu membawa bayi itu ke polsek atau dinas terkait. Hingga dia memutuskan untuk menghubungi saudaranya.

Oleh saudaranya, penemuan bayi itu dilaporkan ke DP3APPKB. ”Kondisi waktu ditemukan bersih dan bau minyak telon, bedongnya (kain yang membungkus bayi) juga rapi banget,” tuturnya.

Gita memperkirakan ibu kandung bayi tersebut sebetulnya ragu membuang bayinya. Terlebih, Gita menemukan adanya plester luka di kaki bayi tersebut bekas imunisasi hepatitis B0.

Artinya, sangat mungkin bayi tersebut menjalani imunisasi terlebih dahulu di bidan swasta sebelum dibuang. Imunisasi tersebut harus diberikan tak boleh lebih dari 24 jam setelah bayi itu lahir.

”Karena imunisasi ini jarang menimbulkan luka, sehingga jarang diberi plester luka kalau di puskesmas,” jelasnya.

Untuk sementara, Gita merawat bayi itu. Hati nuraninya sebagai seorang ibu menuntunnya untuk merawat bayi tersebut. Bahkan, dia telah membelikan beragam kebutuhan bayi seperti susu dan diaper.

Dia berharap dapat merawat bayi itu. Tapi, apabila dinas terkait memilih untuk mengambil, dia tidak mempersoalkan. ”Ya, semoga jadi rezeki bapaknya,” ucapnya.

Hari ini (13/11) Gita berencana membawa bayi itu ke dokter spesialis anak. Gita ingin mengetahui kondisi medis bayi tersebut apakah ada indikasi medis dalam atau luar. Setelah tali pusar terlepas, dia bakal memberikan imunisasi BCG untuk mencegah dari penyakit tuberkulosis (TB).

”Kasihan betul kok bisa kayak gitu, saya mikir ibunya enggak jauh-jauh dari mahasiswa,” tuturnya.

Pemkot Koordinasi dengan Kepolisian

DP3APPKB Surabaya menaruh perhatian penuh atas temuan bayi laki-laki itu. Kepala Dinas DP3APPKB Surabaya Ida Widayati sudah berkoordinasi dengan jajaran kepolisian, baik Polsek Mulyorejo maupun Unit PPA Polrestabes Surabaya, hingga Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore