
DIRAWAT NAKES: Dokter Gita Syahputri menyeka wajah bayi yang dia temukan di Jalan Manyar Tirtoyoso Jumat (10/11) lalu. Untuk sementara, dia merawat bayi itu.
JawaPos.com – Bayi yang ditemukan di dalam kardus di salah satu minimarket Jalan Manyar Tirtoyoso Jumat (10/11) lalu kini dirawat oleh orang yang menemukannnya, yaitu dr Gita Syahputri. Dia merawat bayi itu untuk sementara waktu hingga menunggu penyelidikan tuntas.
Saat ditemui di rumahnya kemarin (12/11), Gita mengatakan bahwa bayi yang belum diberi nama itu dalam keadaan sehat. Tali pusar bayi tersebut diperkirakan akan lepas satu minggu lagi.
Menurut Gita, bayi itu lahir secara prematur. Diperkirakan, usianya 7 hingga 8 bulan dengan berat badan sekitar 1,5 kilogram. ”Badannya kecil dan masih merah, alhamdulillah sehat,” ujarnya.
Saat menemukan bayi itu, Gita tak segera membawanya ke dalam mobil. Dia memastikan dulu kondisi bayi tersebut. Ternyata masih hidup.
Dia sempat ragu membawa bayi itu ke polsek atau dinas terkait. Hingga dia memutuskan untuk menghubungi saudaranya.
Oleh saudaranya, penemuan bayi itu dilaporkan ke DP3APPKB. ”Kondisi waktu ditemukan bersih dan bau minyak telon, bedongnya (kain yang membungkus bayi) juga rapi banget,” tuturnya.
Gita memperkirakan ibu kandung bayi tersebut sebetulnya ragu membuang bayinya. Terlebih, Gita menemukan adanya plester luka di kaki bayi tersebut bekas imunisasi hepatitis B0.
Artinya, sangat mungkin bayi tersebut menjalani imunisasi terlebih dahulu di bidan swasta sebelum dibuang. Imunisasi tersebut harus diberikan tak boleh lebih dari 24 jam setelah bayi itu lahir.
”Karena imunisasi ini jarang menimbulkan luka, sehingga jarang diberi plester luka kalau di puskesmas,” jelasnya.
Untuk sementara, Gita merawat bayi itu. Hati nuraninya sebagai seorang ibu menuntunnya untuk merawat bayi tersebut. Bahkan, dia telah membelikan beragam kebutuhan bayi seperti susu dan diaper.
Dia berharap dapat merawat bayi itu. Tapi, apabila dinas terkait memilih untuk mengambil, dia tidak mempersoalkan. ”Ya, semoga jadi rezeki bapaknya,” ucapnya.
Hari ini (13/11) Gita berencana membawa bayi itu ke dokter spesialis anak. Gita ingin mengetahui kondisi medis bayi tersebut apakah ada indikasi medis dalam atau luar. Setelah tali pusar terlepas, dia bakal memberikan imunisasi BCG untuk mencegah dari penyakit tuberkulosis (TB).
”Kasihan betul kok bisa kayak gitu, saya mikir ibunya enggak jauh-jauh dari mahasiswa,” tuturnya.
Pemkot Koordinasi dengan Kepolisian
DP3APPKB Surabaya menaruh perhatian penuh atas temuan bayi laki-laki itu. Kepala Dinas DP3APPKB Surabaya Ida Widayati sudah berkoordinasi dengan jajaran kepolisian, baik Polsek Mulyorejo maupun Unit PPA Polrestabes Surabaya, hingga Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
