Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 November 2023 | 16.36 WIB

Kepada Adik, Caroline Angelica Tulis Surat Wasiat: Aku Seorang yang Bodoh, Tak Pernah Melihat Dunia Sebenarnya

Caroline Angelica, mahasiswi FKH Unair yang ditemukan tewas di Sidoarjo. - Image

Caroline Angelica, mahasiswi FKH Unair yang ditemukan tewas di Sidoarjo.

JawaPos.com – Caroline Angelica, mahasiswi FKH Unair yang diduga bunuh diri di dalam mobil di parkiran Apartemen Royal Bisnis, Tambak Oso, Sidoarjo, pada Minggu (5/11), masih belum diungkap kebenaran penyebabnya. Semua menunggu hasil dari otopsi. Kanitreskrim Polsek Waru, AKP Ahmad Yani, menjelaskan bahwa dugaan sementara Caroline bunuh diri. Hal tersebut merujuk pada temuan gas helium di sekitar jasadnya.

Selain gas helium, polisi juga menemukan dua lembar tulisan yang diduga merupakan surat wasiat korban. Surat tersebut tertulis dengan Bahasa Inggris, yang ditujukan kepada ibu, saudara, paman dan sahabat dekatnya.

Adapun dalam surat wasiat itu, seperti menunjukkan rasa keputusasaan mendalam yang dialami oleh Caroline Angelica. Ia merasa tak bisa melihat masa depan yang cerah, meski akan menjadi seorang dokter hewan.

Entah kehidupan seperti apa yang dilaluinya, Caroline Angelica yang putus asa memilih untuk mengakhiri hidupnya.

Berikut ini isi surat wasiat Caroline Angelica, dilansir dari Radar Kudus (Jawa Pos Group), Senin (6/11):

Surat pertama

Dear mama,

Terima kasih selama ini telah melindungiku. Tetapi sekarang perlindunganmu terasa sia-sia. Aku tak pernah membuat keputusanku sendiri dalam hidup ini. Sekarang inilah bagaimana aku menunjukkan kebebasanku.

Aku memilih apa yang aku pilih dalam hidup ini. Aku tak melihat masa depan untukku. Aku tahu bagaimana kau mencintaiku. Ini bukan salahmu. Aku tidak menyalahkanmu. Maaf aku tak bisa mencintaimu kembali. Maaf aku tak dapat melindungimu.

Dear saudara laki-laki dan perempuanku

Aku berharap kalian tak berakhir seperti aku. Kalian mungkin melihat aku sebagai anak yang cerdas. Aku nggak secerdas itu. Aku adalah seorang yang bodoh yang tak pernah melihat dunia sebenarnya.

Aku telah buta selama ini dan telah memberi kalian semua harapan palsu. Dunia ini kejam. Ingat itu. Aku mencintai kalian. Tapi aku tak bisa melakukannya lagi sejak aku berhenti berharap. Sudah terlambat sekarang.

Jika seluruh dunia mempertanyakan, aku tak melihat ada harapan. Aku ingin bertahan di sana

Surat kedua

Dear paman

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore