Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 November 2023 | 20.18 WIB

Pilu, Sebelum Ditemukan Tewas di Parkiran Apartemen Sidoarjo, Caroline Angelica Pamit dan Peluk Adiknya

EVAKUASI: Jenazah Bernadette Caroline Angelica Harianto dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk diotoptis kemarin. - Image

EVAKUASI: Jenazah Bernadette Caroline Angelica Harianto dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk diotoptis kemarin.

JawaPos.com - Polisi terus melakukan pendalaman untuk mengungkap kematian mahasiswi Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, Bernadette Caroline Angelica Harianto, 21. Selain melalui otopsi, polisi juga melakukan uji toksikologi pada organ tubuh korban.

Sejauh ini, Polisi sudah memeriksa sembilan saksi, termasuk satpam yang menemukan jasad Caroline Angelica pertama kali, keluarga korban dan rekan kampus korban.

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo mengatakan, setelah melakukan olah TKP, pihaknya langsung menindaklanjuti kasus tersebut.

"Kami lakukan pemeriksaan ke apartemen korban, kebetulan disana korban tinggal dengan adiknya," ujarnya seperti dikutip Radar Sidoarjo (Jawa Pos Grup), Selasa (7/11).

Polisi menemukan catatan sekolah korban saat mencatat pelajaran di salah satu apartemen yang berada di Kecamatan Genteng, Surabaya tersebut.

"Kami temukan tulisan tangan identik dengan surat wasiat, selain itu kertas yang digunakan juga identik," ungkapnya.

Menurut keterangan dari adik korban yang tinggal satu apartemen dengan korban, Caroline keluar dari apartemen pada Sabtu (4/11), sekitar pukul 15.00.

"Korban pamit pergi bersama temannya, kemudian memeluk adiknya dengan erat," tambahnya.

Setelah pergi, keberadaan Caroline tidak diketahui lagi. Hingga akhirnya ia ditemukan sudah tidak bernyawa pada Minggu (5/11) pagi.

Polisi kemudian juga meminta keterangan dari rekan-rekan Caroline di kampus yang sempat berinteraksi dengan korban.

"Untuk hasil otopsi sudah selesai, kami sekarang sedang menunggu hasilnya dari Kedokteran Forensik di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya," imbuhnya.

Selain melalui otopsi, polisi juga melakukan uji toksikologi pada sampel-sampel organ dalam korban untuk memastikan penyebab kematian Caroline.

Lebih dalam, uji toksikologi dilakukan untuk memastikan kandungan racun dalam tubuh korban. Karena kematian Caroline akibat gas helium yang ditemukan di dalam Honda Jazz milik korban. Serta selang penghubung ke bagian kepala yang tertutup plastik dan dilakban.

Editor: Edy Pramana
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore