
TAMBANGAN: Tampak pengunjung menaiki perahu tambangan dari sisi Selatan sungai Bengawan Solo sekitar Jembatan Glendeng. (YANA DWI K/RDR.BJN)
JawaPos.com – Pembangunan di Indonesia kian maju, tampak dari berbagai fasliitas dan infrastruktur umum yang memudahkan aktivitas masyarakat. Meski begitu, ternyata, tidak semua layanan telah berbasis modern.
Di Bojonegoro, Jawa Timur, misalnya. Kota yang dilewati jalur Sungai Bengawan Solo ini ternyata masih memanfaatkan transportasi tradisional yakni dengan perahu tambangan, untuk menuju lokasi di seberang sungai.
Bahkan meski sudah ada jembatan, perahu tambangan masih jadi alternatif masyarakat untuk sampai ke tujuan dalam momen-momen tertentu. Umumnya, dalam satu perahu bisa memuat 12 motor.
Dilansir dari Radar Bojonegoro (Jawa Pos Group), Senin (6/11), Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Bojonegoro, M. Aris Hidayatullah, mengatakan bahwa jumlah perahu tambangan yang beroperasi terus bertambah setiap tahunnya.
Dalam catatan Satu Data Bojonegoro, jumlah titik Angkutan Sungai Danau dan Penyebarangan (ASDP) meningkat, mulai dari 2021 sebanyak 46 titik, 2022 sebanyak 49 titik, lalu 2023 sebanyak 55 titik. “Data 2022 belum keseluruhan. Namun, pada 2023 valid,” kata Aris.
Totalnya ada sebanyak 76 perahu yang aktif beroperasi di seluruh Bojonegoro. Kesemuanya itu, tersebar di antaranya sebelas titik tambangan di Kecamatan Trucuk; sembilan titik tambangan di Kecamatan Kanor; dan enam titik tambangan di Kecamatan Bojonegoro Kota dan Kalitidu.
Kemudian, lima titik tambangan di Kecamatan Malo dan Ngraho; tiga titik tambangan di Kecamatan Balen dan Baureno; dan satu titik tambangan di Kecamatan Dander, Margomulyo, Kasiman, Purwosari, dan Padangan.
Kendati demikian, tidak semua perahu beroprasi setiap hari. Pasalnya, di beberapa titik, tambangan hanya dibuka pada momen tertentu saja.
Novan, salah satu penambang di Bojonegoro Kota, mengatakan bahwa tambangan Glendeng hanya beroperasi ketika jembatan sedang ditutup karena suatu hal, entah ada insiden atau sedang diperbaiki.
“Karena jembatan Glendeng akses utama. Jadi, ketika ditutup, kami menyediakan tambangan,” kata Novan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
