Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 November 2023 | 21.25 WIB

Menarik! Perahu Tambangan di Bojonegoro Masih Eksis Meski Sudah Ada Akses Jembatan

TAMBANGAN: Tampak pengunjung menaiki perahu tambangan dari sisi Selatan sungai Bengawan Solo sekitar Jembatan Glendeng. (YANA DWI K/RDR.BJN) - Image

TAMBANGAN: Tampak pengunjung menaiki perahu tambangan dari sisi Selatan sungai Bengawan Solo sekitar Jembatan Glendeng. (YANA DWI K/RDR.BJN)

JawaPos.com – Pembangunan di Indonesia kian maju, tampak dari berbagai fasliitas dan infrastruktur umum yang memudahkan aktivitas masyarakat. Meski begitu, ternyata, tidak semua layanan telah berbasis modern.

Di Bojonegoro, Jawa Timur, misalnya. Kota yang dilewati jalur Sungai Bengawan Solo ini ternyata masih memanfaatkan transportasi tradisional yakni dengan perahu tambangan, untuk menuju lokasi di seberang sungai.

Bahkan meski sudah ada jembatan, perahu tambangan masih jadi alternatif masyarakat untuk sampai ke tujuan dalam momen-momen tertentu. Umumnya, dalam satu perahu bisa memuat 12 motor.

Dilansir dari Radar Bojonegoro (Jawa Pos Group), Senin (6/11), Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Bojonegoro, M. Aris Hidayatullah, mengatakan bahwa jumlah perahu tambangan yang beroperasi terus bertambah setiap tahunnya.

Dalam catatan Satu Data Bojonegoro, jumlah titik Angkutan Sungai Danau dan Penyebarangan (ASDP) meningkat, mulai dari 2021 sebanyak 46 titik, 2022 sebanyak 49 titik, lalu 2023 sebanyak 55 titik. “Data 2022 belum keseluruhan. Namun, pada 2023 valid,” kata Aris.

Totalnya ada sebanyak 76 perahu yang aktif beroperasi di seluruh Bojonegoro. Kesemuanya itu, tersebar di antaranya sebelas titik tambangan di Kecamatan Trucuk; sembilan titik tambangan di Kecamatan Kanor; dan enam titik tambangan di Kecamatan Bojonegoro Kota dan Kalitidu.

Kemudian, lima titik tambangan di Kecamatan Malo dan Ngraho; tiga titik tambangan di Kecamatan Balen dan Baureno; dan satu titik tambangan di Kecamatan Dander, Margomulyo, Kasiman, Purwosari, dan Padangan.

Kendati demikian, tidak semua perahu beroprasi setiap hari. Pasalnya, di beberapa titik, tambangan hanya dibuka pada momen tertentu saja.

Novan, salah satu penambang di Bojonegoro Kota, mengatakan bahwa tambangan Glendeng hanya beroperasi ketika jembatan sedang ditutup karena suatu hal, entah ada insiden atau sedang diperbaiki.

“Karena jembatan Glendeng akses utama. Jadi, ketika ditutup, kami menyediakan tambangan,” kata Novan.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore