Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Maret 2021 | 00.08 WIB

Tinjau Sungai Salju Tambak Wedi, Armuji Singgung IPAL Komunal

Wakil Wali Kota Armuji meninjau pencemaran di Sungai Tambak Wedi. Rafika Yahya/JawaPos.com - Image

Wakil Wali Kota Armuji meninjau pencemaran di Sungai Tambak Wedi. Rafika Yahya/JawaPos.com

JawaPos.com–Pemerintah Kota Surabaya akhirnya bertindak terkait pencemaran Sungai Tambak Wedi hingga menimbulkan gulungan busa seperti salju. Wakil Wali Kota Surabaya Armuji meninjau langsung bantaran sungai pada Rabu (24/3). Di sana, dia melihat kondisi sungai yang masih dihiasi sejumlah gulungan busa.

”Kami akan mengantisipasi pencemaran. Itu kan karena pompa air ada pengendapan lumpur karena ada limbah cair yang tercampur. Ada pengendapan juga. Jadi akan dikeruk,” tutur Armuji.

Pengerukan itu tidak hanya dilakukan di Sungai Tambak Wedi, juga di seluruh sungai di Surabaya. Misalnya, sungai di wilayah Wonorejo.

”Ini kan bahaya karena pencemaran lingkungan. Ini juga bau, nggak nyaman buat penduduk. Perlu diatasi seksama dan cepat,” ucap Armuji.

Antisipasi yang dilakukan adalah melakukan imbauan kepada RT/RW. Imbauan itu, untuk mencegah warga membuang limbah ke sungai.

”Kami akan melibatkan RT/RW memberi pengertian. Kalau buang limbah di sungai bahaya,” ujar Armuji.

Armuji juga menyinggung soal instalasi pembuangan air limbah (IPAL) komunal. Menurut dia, di wilayah Sungai Tambak Wedi tidak ada IPAL komunal.

”Akan kita buat kalau ada lahan,” tutur Armuji.

Sementara itu, Kasi Pemantauan dan Pengendalian Kualitas Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Ulfiani Ekasari mengungkapkan, pihaknya sedang menggiatkan IPAL Komunal dan IPAL terpusat. Sebab, pencemaran sungai tersebut berasal dari limbah rumah tangga.

”Selama pandemi, pemakaian detergen dan alat pembersih kamar mandi juga banyak. Sehingga ada busa. seperti sampah organik, detergen, klorin, itu menurunkan permukaan air, ada pengendapan,” terang Ulfiani.

Saat ini, sudah ada 200 IPAL komunal yang tersebar di seluruh Surabaya. Sebagai langkah tambahan sekaligus langkah antisipasi, pihaknya akan memasang IPAL terpusat.

”Di Surabaya ada 200 IPAL komunal yang sudah terpasang di rumah tangga. Bila ditambah dengan IPAL terpusat, pencemaran bisa teratasi lebih cepat. Butuh dana dan dukungan masyarakat,” ucap Ulfiani.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://youtu.be/LjG-uukfYOg

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore