
Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya Anas Karno saat kegiatan reses di perkampungan Nginden Jangkungan, Sukolilo, Kota Surabaya.
JawaPos.com–Komisi B Bidang Perekonomian DPRD Kota Surabaya menyatakan koperasi kampung perlu didirikan sebagai upaya mencegah aksi rentenir dan pinjaman online ilegal.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya Anas Karno menyatakan, mendukung berdirinya koperasi sebagai wadah aktivitas ekonomi warga kampung.
”Kami akan komunikasikan dengan Dinas Koperasi UMKM Kota Surabaya agar aspirasi warga ini segera direalisasikan,” kata Anas seperti dilansir dari Antara.
Pernyataan Anas tersebut disampaikan setelah mendapat keluhan saat kegiatan reses di perkampungan Nginden Jangkungan, Sukolilo, belum lama ini. Menurut dia, dengan ada koperasi, warga bisa leluasa mengakses bantuan permodalan usaha dan juga bisa terhindar dari jeratan para rentenir atau orang yang menawarkan pinjaman dana secara ilegal (tidak diawasi oleh lembaga hukum maupun mendapat izin resmi).
”Nanti kami bantu koneksikan dengan program bantuan usaha dari PT Bank Perkreditan Rakyat Surya Artha Utama (BPR SAU) yang bunganya sangat rendah. BPR SAU merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kota Surabaya,” terang Anas Karno.
Apalagi, lanjut dia, banyak warga RW 07 Nginden Jangkungan yang mempunyai keterampilan seperti membuat kue, membuat minuman sinom, bubur ayam, menjahit, dan beberapa bentuk keterampilan lain.
”Tapi sayangnya belum terwadahi. Selama ini mereka berjalan sendiri-sendiri, tidak terarah. Padahal kalau diarahkan dan mendapat pembinaan intensif, bisa membantu kebutuhan ekonomi keluarga,” terang Anas Karno.
Salah seorang warga RT 04/RW 07 Nginden Jangkungan Nailil Munah mengaku tidak sedikit warga setempat yang terjerat utang rentenir bank-bank kecil.
”Banyak bank-bank swasta yang menawari kredit dengan bunga yang relatif tinggi. Karena ibu-ibu ini perlu, tetap ambil pinjaman itu. Kami sebenarnya tidak berharap seperti itu,” ujar Nailil Munah.
Nailil mengatakan, warga mengambil pinjaman, untuk menutupi kebutuhan ekonomi dan modal usaha.
”Kami butuh koperasi. Dulu sebenarnya mau didirikan koperasi tapi entah sampai sekarang belum ada,” tutur Nailil Munah.
Menurut Nailil, koperasi bisa menjadi wadah simpan pinjam warga dengan bunga relatif rendah. ”Juga menjadi wadah warga yang usaha UMKM. Entah itu soal pinjaman modal, pelatihan, pemasaran atau bentuk-bentuk untuk pengembangan usaha,” ucap Nailil Munah.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
