Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Oktober 2023 | 20.43 WIB

Pemkot Surabaya Awasi Ketat Harga dan Stok Beras di Pasar-Pasar

Pemkot Surabaya memastikan ketersediaan aman dan harga terkendali. - Image

Pemkot Surabaya memastikan ketersediaan aman dan harga terkendali.

JawaPos.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan ketersediaan beras di Kota Surabaya sangat aman. Bahkan, berdasar hasil pemantauan di pasar-pasar Surabaya, harga beras sudah terkendali dan aman. Sehingga masyarakat tidak perlu panik dengan pembelian yang berlebihan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan, berdasar data, Indeks Ketahanan Pangan (IKP) hingga pertengahan September 2,01. Artinya, antara kebutuhan dengan ketersediaan menunjukkan sangat aman.

”Ketersediaan beras sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan warga Surabaya,”  kata Antiek.

Dia menegaskan, kebutuhan 1 bulan di Kota Surabaya sebanyak 15.775 ton dan saat ini tersedia 31.696 ton beras. Stok beras di Kota Surabaya sangat aman. 

”Dari survei petugas pasar di lapangan menunjukkan di Surabaya per Rabu (4/10) masih aman dan stabil. Untuk harga rata-rata beras premium Rp 13.333, dan Medium bulog Rp 10.900 per kilogram,” ujar Antiek Sugiharti. 

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya Dewi Soeriyawati mengatakan, pihaknya melakukan langkah antisipasi terhadap kenaikan harga komoditas beras. Salah satunya dengan pendistribusian beras Bulog kepada pedagang di pasar-pasar utama Kota Surabaya. 

Dia menjelaskan, pemkot kontinu melakukan SPHP (stabilitas pasokan dan harga pangan) komoditas beras kepada pedagang-pedagang di pasar-pasar Kota Surabaya sebanyak 52 ton per minggu.

”Kita juga gelar gerakan pangan murah (GPM) yang dilaksanakan dengan menyediakan minimal 8 ton dalam 1 lokasi/1 kali pelaksanaan,” terang Dewi.

Dewi berharap agar warga tidak khawatir karena ketersediaan masih sangat cukup. Dengan digelontorkan beras ke para pedagang, diharapkan tidak ada kenaikan harga terlalu tinggi. Sebab, harga tersebut sudah terinfo ke seluruh pedagang yang dipasok.

”PD Pasar Surya dan pengelola pasar juga akan melakukan monitoring ke stan-stan yang mendapatkan dropping beras SPHP,” tutur Dewi.

Dewi menjelaskan, secara umum harga komoditas pangan terpantau masih di bawah harga rata-rata. Pemkot Surabaya juga melakukan pengendalian harga dengan memberikan informasi terkait perkembangan harga dari pemantauan harga komoditas di banyak pasar melalui monitor yang dipasang di pasar-pasar. Seperti di Pasar Wonokromo, Tambahrejo, Pucang Anom, Genteng Baru, dan Pabean. 

”Warga bisa mengetahui harga wajar hari itu dan para pedagang tergerak untuk tidak menjual dengan harga terlalu tinggi. Pemasangan running text harga melalui televisi di pasar cukup efektif supaya harga komoditas tidak dipermainkan pedagang,” ucap Dewi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore