Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Oktober 2023 | 18.02 WIB

DKPP Pastikan Stok dan Harga Beras di Surabaya Terkendali

Pemkot Surabaya menggelar operasi pasar di sejumlah pasar utama Kota Surabaya. - Image

Pemkot Surabaya menggelar operasi pasar di sejumlah pasar utama Kota Surabaya.

JawaPos.com–Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya memastikan stok dan harga beras di pasar masih terkendali.

Kepala DKPP Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan, berdasar hasil pemantauan di pasar-pasar Surabaya, harga beras sudah terkendali dan aman. Sehingga masyarakat tidak perlu panik dengan pembelian yang berlebihan.

”Kebutuhan 1 bulan di Kota Surabaya sebanyak 15.775 ton dan saat ini tersedia 31.696 ton. Stok persediaan beras di Kota Surabaya sangat aman,” ujar Antiek Sugiharti seperti dilansir dari Antara.

”Sedangkan harga rata-rata dari survei petugas pasar di lapangan menunjukkan bahwa harga rata-rata beras di Surabaya per hari Rabu (4/10) masih aman dan stabil. Untuk harga rata-rata beras premium Rp 13.333 dan medium Bulog Rp 10.900,” tambah dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya Dewi Soeriyawati menjelaskan, terus melakukan langkah antisipasi terhadap kenaikan harga komoditas beras. Salah satunya dengan pendistribusian beras Bulog kepada pedagang di pasar-pasar utama Kota Surabaya.

”Pemkot secara kontinu melakukan SPHP (Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan) komoditas beras kepada pedagang-pedagang di pasar-pasar Kota Surabaya sebanyak 52 ton per minggu. Kami juga gelar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilaksanakan dengan menyediakan minimal 8 ton dalam 1 lokasi/1 kali pelaksanaan,” terang Dewi Soeriyawati.

Dewi berharap agar warga tidak khawatir karena ketersediaan masih sangat cukup. Dengan digelontorkannya beras ke para pedagang, diharapkan tidak ada kenaikan harga terlalu tinggi. Sebab, harga tersebut sudah disampaikan ke seluruh pedagang yang dipasok.

”PD Pasar Surya dan pengelola pasar juga akan melakukan monitoring ke stan-stan yang mendapatkan dropping beras SPHP,” tutur Dewi Soeriyawati.

Dewi menambahkan, secara umum harga komoditas pangan di Kota Pahlawan terpantau masih di bawah harga rata-rata. Pemkot Surabaya melakukan pengendalian harga dengan memberikan informasi terkait perkembangan harga dari pemantauan harga komoditas di banyak pasar melalui televisi yang dipasang seperti di Pasar Wonokromo, Tambahrejo, Pucang Anom, Genteng Baru, dan Pabean.

Menurut dia, dengan memberikan informasi tentang harga bahan pokok setiap hari di pasar, warga bisa mengetahui harga wajar pada hari itu dan para pedagang tergerak untuk tidak menjual dengan harga terlalu tinggi.

”Pemasangan running text harga melalui televisi di pasar cukup efektif supaya harga komoditas tidak dipermainkan pedagang,” kata Dewi Soeriyawati.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore