Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Oktober 2023 | 00.36 WIB

Pemkot Surabaya Gelar Kejuaraan Sepakbola Tarkam untuk Meriahkan Piala Dunia U-17, Aturannya Ketat!

Anak-anak Surabaya mengikuti turnamen sepak bola antar kampung untuk menyambut perhelatan Piala Dunia U-17 yang akan digelar 10 November nanti. - Image

Anak-anak Surabaya mengikuti turnamen sepak bola antar kampung untuk menyambut perhelatan Piala Dunia U-17 yang akan digelar 10 November nanti.

 
JawaPos.com -  Dalam rangka menyemarakkan Piala Dunia U-17 tahun 2023, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar turnamen sepak bola antar kelurahan atau antar kampung (tarkam) di wilayah setempat.
 
Turnamen yang digelar secara serentak itu dimulai sejak Selasa (3/10) hingga berakhir di tingkat kecamatan.
 
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Wiwiek Widayati mengatakan turnamen sepakbola ini dapat mendorong semangat berolahraga anak-anak muda Kota Pahlawan.
 
“Melalui turnamen sepak bola antar kelurahan ini yang nantinya akan dilanjutkan ke tingkat kecamatan, diharapkan benar-benar meledakkan semangat anak muda Surabaya untuk terus cinta kepada olahraga, khususnya sepak bola,” ujar Wiwiek seperti dikutip dari Radar Surabaya.
 
Ia juga menjelaskan bahwa sebelum turnamen tarkam kelurahan ini digelar, pihak panitia sudah menggelar technical meeting (TM) tentang kejuaraan tersebut.
 
Pada kesempatan itu, panitia sudah menyampaikan peraturan dan tata tertib bagi para peserta turnamen.
 
 
Meskipun bersifat fun game, namun pihak penyelenggara menerapkan peraturan dan tata tertib yang ketat.
 
Misalnya pemain harus terdaftar dalam Kartu Keluarga sesuai kelurahan yang diikuti, mendapatkan rekomendasi dari kelurahan masing-masing, hingga fotokopi akte kelahiran dan juga ijazah SD.
 
“Jadi, pihak panitia sudah melakukan verifikasi kepada para peserta, karena kita ingin turnamen ini khusus untuk anak-anak saja,” kata Wiwiek.
 
Selain itu, Wiwiek juga menjelaskan bahwa jumlah pemain yang harus disiapkan setiap kelurahan berjumlah 18 pemain. Rinciannya sebelas orang pemain utama dan tujuh orang pemain cadangan.
 
Sedangkan untuk durasi pertandingan adalah 25x2 menit dengan istirahat 10 menit.
 
Peraturan lainnya adalah para pemain dan official diwajibkan datang 30 menit sebelum pertandingan.
 
 
“Sistem pertandingannya menggunakan sistem gugur, sehingga nanti apabila sampai akhir pertandingan skor imbang, maka langsung dilakukan adu tendangan penalti."
 
"Kami juga minta secara tegas kepada official untuk bertanggung jawab atas timnya dan kami melarang adanya perbuatan anarkis yang mengakibatkan kericuhan,” tegasnya.
 
Para pemain yang berlaga sudah diseleksi dulu di tingkat kelurahan. Karena pihak kelurahan mengambil anak-anak dari tingkat RT dan RW atau bahkan anak-anak yang tergabung ke dalam Sekolah Sepak Bola (SSB).
 
Setelah terkumpul perwakilan dari kelurahan, mereka bertanding antar kelurahan.
 
“Nah, pemenang dari antar kelurahan ini akan bertanding untuk antar kecamatan. Yang menang nanti akan ada hadiahnya, tapi sekali lagi ini adalah fun game untuk menyemarakkan Piala Dunia U-17. Meskipun demikian yang tidak kalah penting adalah kita bisa menemukan bibit-bibit unggul dalam dunia sepak bola dari Surabaya,” pungkas Wiwiek. 
 
***
 
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore