Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 Oktober 2023 | 18.09 WIB

Pengunjung Kebun Raya Mangrove Surabaya Naik Signifikan

Kepala Bidang Pertanian DKPP Kota Surabaya Rahmad Kodariawan di kawasan Kebun Raya Mangrove (KRM) di Gunung Anyar dan Medokan Sawah. - Image

Kepala Bidang Pertanian DKPP Kota Surabaya Rahmad Kodariawan di kawasan Kebun Raya Mangrove (KRM) di Gunung Anyar dan Medokan Sawah.

JawaPos.com–Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya mencatat kenaikan signifikan angka kunjungan wisatawan di kawasan Kebun Raya Mangrove, usai kali pertama diresmikan pada 26 Juli. Kebun Raya Mangrove itu mencakup Kecamatan Gunung Anyar dan Medokan Sawah.

”Sebelum diresmikan, kunjungan per pekan 700 orang dan sekarang per pekan dua ribuan orang,” kata Kepala Bidang Pertanian DKPP Kota Surabaya Rahmad Kodariawan seperti dilansir dari Antara.

Rahmad menyebut angka kunjungan mingguan yang kini mencapai dua ribu orang tak lepas dari peran masyarakat yang acap kali mengabadikan momen kunjungan ke KRM Gunung Anyar maupun Medokan Sawah melalui sosial media.

Dia juga tak menampik peresmian KRM oleh Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang juga Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri turut memberikan dampak signifikan pada minat masyarakat untuk lokasi ke tersebut.

”Banyak pengunjung baik dari dalam maupun luar Surabaya untuk datang ke sini,” ujar Rahmad Kodariawan.

Rata-rata wisatawan yang berkunjung merupakan kategori keluarga. Namun, dalam waktu tertentu petugas juga menerima kedatangan rombongan sekolah hingga ibu-ibu PKK.

Rahmad menyatakan, para wisatawan yang datang selain untuk berlibur, juga ingin mengobati rasa penasaran terhadap berbagai jenis bakau yang ada di KRM. Dua lokasi tersebut berdekatan dan dipisahkan jembatan penghubung yang terbuat dari beton.

”Kaitannya mereka datang ingin melihat apakah Kebun Raya Mangrove ini sama dengan yang lain, ternyata ada perbedaan karena tanaman mangrove,” tutur Rahmad Kodariawan.

Dia juga berharap keberadaan kebun raya bisa dimaksimalkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat soal manfaat bakau.

”Selain untuk lingkungan, mangrove ini juga bisa diolah menjadi bahan sirop, tepung, sambal, sampai pewarna batik,” terang Rahmad Kodariawan.

Sebagaimana yang diketahui, total luas lahan di Kebun Raya Mangrove yang mencakup dua wilayah kecamatan, yakni Gunung Anyar dan Medokan Sawah mencapai 27 hektare.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore