
Kepala Bidang Pertanian DKPP Kota Surabaya Rahmad Kodariawan di kawasan Kebun Raya Mangrove (KRM) di Gunung Anyar dan Medokan Sawah.
JawaPos.com–Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya mencatat kenaikan signifikan angka kunjungan wisatawan di kawasan Kebun Raya Mangrove, usai kali pertama diresmikan pada 26 Juli. Kebun Raya Mangrove itu mencakup Kecamatan Gunung Anyar dan Medokan Sawah.
”Sebelum diresmikan, kunjungan per pekan 700 orang dan sekarang per pekan dua ribuan orang,” kata Kepala Bidang Pertanian DKPP Kota Surabaya Rahmad Kodariawan seperti dilansir dari Antara.
Rahmad menyebut angka kunjungan mingguan yang kini mencapai dua ribu orang tak lepas dari peran masyarakat yang acap kali mengabadikan momen kunjungan ke KRM Gunung Anyar maupun Medokan Sawah melalui sosial media.
Dia juga tak menampik peresmian KRM oleh Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang juga Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri turut memberikan dampak signifikan pada minat masyarakat untuk lokasi ke tersebut.
”Banyak pengunjung baik dari dalam maupun luar Surabaya untuk datang ke sini,” ujar Rahmad Kodariawan.
Rata-rata wisatawan yang berkunjung merupakan kategori keluarga. Namun, dalam waktu tertentu petugas juga menerima kedatangan rombongan sekolah hingga ibu-ibu PKK.
Rahmad menyatakan, para wisatawan yang datang selain untuk berlibur, juga ingin mengobati rasa penasaran terhadap berbagai jenis bakau yang ada di KRM. Dua lokasi tersebut berdekatan dan dipisahkan jembatan penghubung yang terbuat dari beton.
”Kaitannya mereka datang ingin melihat apakah Kebun Raya Mangrove ini sama dengan yang lain, ternyata ada perbedaan karena tanaman mangrove,” tutur Rahmad Kodariawan.
Dia juga berharap keberadaan kebun raya bisa dimaksimalkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat soal manfaat bakau.
”Selain untuk lingkungan, mangrove ini juga bisa diolah menjadi bahan sirop, tepung, sambal, sampai pewarna batik,” terang Rahmad Kodariawan.
Sebagaimana yang diketahui, total luas lahan di Kebun Raya Mangrove yang mencakup dua wilayah kecamatan, yakni Gunung Anyar dan Medokan Sawah mencapai 27 hektare.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
