Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Oktober 2023 | 00.44 WIB

Harga Tanah Per Meter di Surabaya Alami Kenaikan, Di Tunjungan Rp 40 Juta, di Barat Rp 80 Juta

GEDUNG DAN PERUMAHAN: Potret kawasan Surabaya Barat beberapa waktu lalu. Investasi yang masuk ke wilayah barat terus bertambah. - Image

GEDUNG DAN PERUMAHAN: Potret kawasan Surabaya Barat beberapa waktu lalu. Investasi yang masuk ke wilayah barat terus bertambah.

JawaPos.com – Harga pasaran tanah di Surabaya kian melambung. Di sejumlah kawasan, persentase kenaikannya bisa mencapai 10 hingga 20 persen per tahun. Pengusaha menilai kenaikan harga tanah itu wajar selepas pandemi.

Misalnya, di kawasan Tunjungan–Praban–Blauran. Harga persil di tiga wilayah yang disebut sebagai segitiga emas itu naik. Di Tunjungan, pascapandemi, harga tanah per meternya kini naik Rp 10 juta.

Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Jatim Rudy Sutanto mengatakan, harga tanah di Tunjungan per meternya bisa tembus Rp 40 juta–50 juta.

Sementara itu, saat Covid-19 lalu, harga per meternya hanya Rp 30 jutaan. ”Ada penyesuaian. Harga sekarang naik,” ucapnya.

Menurut Rudy, kenaikan harga itu sudah sewajarnya. Saat pandemi, harga tanah turun karena kondisi ekonomi turun. ”Bisa dibilang Jalan Tunjungan ini downtown (pusat kota)-nya Surabaya,” paparnya.

Meski harganya cenderung naik, Rudy memprediksi kenaikannya tak banyak. Itu disebabkan keterbatasan lahan. Sedangkan, para investor membutuhkan tanah minimal 1–2 hektare untuk membangun satu unit superblok.

”Lahan yang diperjualbelikan ukurannya kecil di bawah dua ribu meter persegi,” terangnya.

Ketua Badan Pertimbangan Organisasi Daerah Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (BPOD REI) Jatim Danny Wahid mengatakan, kenaikan harga tanah kosong dipatok 10 persen tiap tahun. ”Itu dalam kondisi normal, untuk tanah yang tidak diolah ya,” tuturnya.

Namun, apabila tanah tersebut berada di kawasan dengan pengembangan yang pesat, kenaikannya tentu sangat signifikan.

”Seperti di Surabaya Barat, kalau tanah itu ada di kawasan pengembang swasta yang masih rajin membangun dan punya cadangan tanah banyak, harganya bisa naik 20 persen itu,” ucapnya.

Menurut dia, kawasan Surabaya Barat masih memiliki potensi pengembangan yang pesat. Itulah yang membedakan persentase kenaikan harga di Surabaya Barat dengan kawasan Surabaya yang lain.

”Kalau tanahnya ada di lokasi yang sangat bagus, ada yang mampu jual Rp 75 juta–80 juta per meternya. Itu di salah satu perumahan Surabaya Barat,” tuturnya.

Wakil Ketua Umum Bidang Properti Kadin Jawa Timur itu juga menegaskan bahwa kenaikan harga tanah harus dipandang dengan cermat. Sebab, kenaikan yang ada sebenarnya belum berhasil mengembalikan harga tanah ke titik normal sebelum pandemi.

Kenaikan itu terkesan besar karena penurunan harga properti saat pandemi sangat signifikan. Sementara itu, pemkot belum berencana menaikkan NJOP mendekati harga pasaran tanah. Diperkirakan tahun ini hingga tahun depan, NJOP Surabaya tetap.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore