Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 Desember 2020 | 00.31 WIB

Polres Surabaya Janjikan Uang Rp 5 Juta Bagi yang Lapor Money Politic

Photo - Image

Photo

Jawapos.com - Kontestasi pemilihan wali kota Surabaya mulai memasuki masa tenang pada Minggu (6/12). Itu ditandai dengan penyelenggaraan debat antar paslon yang diselenggarakan pada Sabtu (5/12) malam.

Untuk menghindari penyelewengan dan praktik money politic, Polrestabes Surabaya menjanjikan reward kepada warga Surabaya yang menemukan dan melaporkan adanya praktik politik uang. Reward yang dijanjikan mencapai 5 juta rupiah.

"Bagi warga Kota Surabaya yang menemukan dan melaporkan money politic akan diberikan reward berupa penghargaan," tulis pengumuman yang diunggah akun Facebook Humas Polrestabes Surabaya, Sabtu (5/12).

Pembagian hadiah ini dilakukan jelang berakhirnya masa kampanye, dan mendekati hari pemungutan suara 9 Desember 2020, yang kurang empat hari lagi. "Kami mendukung upaya pencegahan praktik money politic dalam Pemilukada Surabaya 2020, berbentuk uang pembinaan pendidikan kewarganegaraan sebesar Rp5 juta," lanjutnya.

Pilwali Surabaya sendiri diikuti oleh dua pasangan calon wali kota dan wakil wali kota. Mereka yakni paslon nomor 1, Eri Cahyadi-Armuji. Dan urut 2 Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno.

Eri Cahyadi-Armuji diusung oleh PDIP dan didukung oleh PSI serta sejumlah partai non parlemen. Sementara Machfud Arifin-Mujiaman diusung oleh PKS, PKB, PPP, NasDem, Golkar, Demokrat, Gerindra dan PAN.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Polisi M Akhyar, membenarkan hal itu. Ia menyebut warga yang menemukan dan melaporkan adanya dugaan praktik money politic akan diganjar hadiah oleh pihaknya.

"Iya betul. Yang berikan [reward] nanti Pak Kapolres," kata Akhyar saat dihubungi pada Minggu (6/12).

Warga yang memergoki adanya praktik money politic, bisa melaporkan temuannya ke command center Polrestabes Surabaya di nomor 081133370075 atau WhatsApp 081133370074.

Meski demikian, lanjut Akhyar, yang mendapatkan reward nantinya, adalah warga yang tak cuma melaporkan tapi juga bisa membuktikan adanya dugaan praktik lancung tersebut.

"Tapi yang mendapatkan reward yang betul-betul terbukti, bukan asal melapor," ujarnya.

Akhyar mengatakan, reward itu dijanjikan sebagai bagian dari upaya pencegahan praktik transaksional dalam gelaran Pilkada Surabaya. Warga diharapkan turut terlibat. "Tujuan utamanya tentu agar Pilkada Surabaya berjalan dengan bersih," pungkas dia.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore