
RSUA Dok Radar Surabaya
JawaPos.com–Penderita Covid-19 yang terus meningkat mulai membuat beberapa rumah sakit kewalahan. Salah satunya RS Universitas Airlangga yang mulai penuh sejak Selasa (1/12).
Menurut Alfian Nur Rasyid, juru bicara RS Universitas Airlangga, jumlah pasien mulai meningkat 1–2 minggu terakhir. Rata-rata pasien berusia 40 ke atas.
”full mulai minggu kemarin. Beberapa hari terakhir sempat nggak dapat kamar. Rata-rata usia pasien 40 sampai 50 tahun,” ujar Alfian pada Jumat (4/12).
Kamar terlalu penuh, menyebabkan terdapat 8 pasien yang masih menunggu di IGD sejak Kamis (3/12). Mereka masih menunggu ketersediaan ruang isolasi.
Ke depannya, lanjut Alfian, RSUA berupaya supaya tidak terjadi penumpulkan pasien. Sebab, saat ini, jumlah tempat tidur dikurangi. Hal itu sebagai pengaruh dari relawan yang sudah ditarik pemerintah.
”Tiga bulan lalu kan penurunan pasien, kemudian 10 kamar dikosongkan. Relawan ditarik, ruangan ditutup. Kamar ditutup, pegawai juga tidak lagi bekerja,” papar Alfian.
Alfian mengenang sebelumnya terdapat 100 tempat tidur untuk pasien Covid-19. Namun setelah pasien berkurang, saat ini hanya terdapat 40 kamar tidur.
”Kalau ada bantuan relawan, kamar bisa dibuka lagi. Kami sudah mengajukan kepada pemerintah tapi sampai saat ini belum ada jawaban. Sehingga, penumpukan pasien masih terjadi,” keluh Alfian.
Menurut dia, secara total terdapat kurang lebih empat puluh enam pasien yang dirawat. Delapan pasein yang lain masih menunggu. Pemerintah harus mengantisipasi potensi peningkatan jumlah penderita Covid-19.
”Sekarang masyarakat mulai jenuh dan keluar tanpa protokol kesehatan. Ada potensi klaster pilkada. Kemarin saya lihat ada berita komisi pengawas pemungutan suara (KPPS) yang positif,” ujar Alfian.
Alfian menambahkan, kebutuhan ventilator belum mencukupi dengan kamar di ICU penuh. Saat ini, pasien yang dirujuk akan ditolak, karena kapasitas penuh. Pihaknya hanya bisa sediakan ruang tunggu di IGD.
”Saat ini, nggak ada layanan penjemputan atau pengantaran karena jumlah tim terbatas. Kami butuh ratusan relawan supaya bisa merawat ratusan pasien. Butuh biaya operasional relawan juga,” tutur Alfian.
Untuk mengatasi kebutuhan relawan, RSUA membuka open recruitment untuk tenaga kontrak rumah sakit. ”Beberapa yang mendaftar adalah relawan. Mereka yang sudah terlatih. Kapasitas rawat inap sempat 100 lebih, saat ini tinggal 40 bed rawat inap karena masih ditutup tidak ada SDM,” ucap Alfian.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=Y6ag-eHy3kU

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
