Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 September 2023 | 16.36 WIB

Sengketa SMK Prapanca Berakhir Damai, Setelah Dimediasi Polrestabes Surabaya

Perseteruan antara mantan kepala sekolah dengan yayasan berujung damai setelah mediasi bareng Polrestabes Surabaya. - Image

Perseteruan antara mantan kepala sekolah dengan yayasan berujung damai setelah mediasi bareng Polrestabes Surabaya.

JawaPos.com–Sengketa antara mantan Kepala SMK Prapanca 2 Soewandi dengan Yayasan Pendidikan Wartawan Jawa Timur (YPW JT) hingga berbuntut penyegelan gedung sekolah berakhir damai. Kesepakatan damai itu dimediasi Polrestabes Surabaya, Sabtu (2/9).

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Mirzal Maulana mengatakan, kedua pihak sepakat damai. Segala perselisihan telah diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak ada tuntutan apapun. Dalam waktu dekat, sekolah di Jalan Nginden Intan Timur I, Sukolilo, Surabaya, yang disegel Soewandi sejak 2021 akan dibuka.

”Jadi atas petunjuk Bapak Kapolrestabes yang peduli terhadap nasib para siswa, diadakan mediasi ini. Alhamdulillah kedua pihak dengan kepala dingin sepakat bersama-sama membuka gembok pagar pintu SMK Prapanca 2 pada Senin (4/9),” kata AKBP Mirzal.

Atas perdamaian kedua pihak yang sepakat mengakhiri sengketa, puluhan siswa yang sebelumnya mengungsi di salah satu ruang Kampus Stikosa-AWS untuk belajar, bisa kembali duduk di kelas masing-masing pada Rabu (6/9).

”Rabu (6/9) dilaksanakan upacara untuk serah terima sekaligus dimulai kembali proses pembelajaran,” ucap AKBP Mirzal.

Masalah tersebut muncul setelah mantan Kepala SMK Prapanca 2 Soewandi diberhentikan pihak Yayasan Pendidikan Wartawan Jawa Timur (YPW JT), karena usianya sudah 60 tahun. Soewandi lalu menggembok sekolah sehingga sejak 2021 para siswa tidak bisa belajar di gedung SMA Prapanca 2.

Wakil Wali Kota Surabaya Armuji, pada Jumat (25/8) sempat mendatangi SMA Prapanca 2. Namun, kedatangannya tidak memberikan solusi dan sekolah tetap tersegel. Armuji beralasan, gugatan permasalahan itu sudah sampai di pengadilan dan harus mengikuti proses hukum.

Para siswa yang telah berharap segel dapat dibuka dengan datangnya mantan Ketua DPRD Surabaya itu, akhirnya kecewa. Armuji tak bisa bertindak apa-apa dan pergi tanpa mengubah situasi apapun.

Untungnya Polrestabes Surabaya yang mengetahui masalah itu, cepat merespons. Polrestabes mempertemukan kedua pihak untuk berembug secara kekeluargaan demi pendidikan para siswa.

Dihubungi terpisah Kasihumas Polrestabes Surabaya AKP Haryoko Widhi membenarkan bahwa sengketa SMK Prapanca berakhir damai. Kedua belah pihak sepakat pada Senin (4/9) akan dibuka gembok pagar disaksikan oleh Polrestabes Surabaya.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore