Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 Agustus 2020 | 23.16 WIB

Wisata di Pantai Watu-Watu Surabaya, Warga Abaikan Protokol

TANGGAL MERAH SAAT PANDEMI: Sejumlah pengunjung berdempetan menikmati wahana wisata perahu untuk keliling pantai saat momen liburan, Kamis (20/8). (Alfian Rizal/Jawa Pos) - Image

TANGGAL MERAH SAAT PANDEMI: Sejumlah pengunjung berdempetan menikmati wahana wisata perahu untuk keliling pantai saat momen liburan, Kamis (20/8). (Alfian Rizal/Jawa Pos)

JawaPos.com - Kawasan Pantai Watu-Watu tampak dipadati pengunjung Kamis (20/8). Pengunjung berpiknik di sepanjang garis pantai dengan alas duduk yang disediakan para pedagang di sana. Ada pula yang menikmati wahana wisata perahu untuk keliling kawasan pantai.

Bertepatan dengan tanggal merah, waktu luang dimanfaatkan sebagian orang untuk berwisata. Beberapa tempat wisata yang tutup membuat tempat-tempat alternatif ramai dikunjungi. Salah satunya kawasan Pantai Watu-Watu, Kecamatan Bulak.

Sayangnya, pengunjung abai pada protokol kesehatan yang diterapkan. Tidak sedikit yang berkerumun tanpa mengenakan masker. Mereka berkerumun bersama pengunjung lain di satu tempat.

Apalagi mereka dibuat nyaman dengan perlengkapan tambahan yang disediakan. Ada tikar yang disediakan pedagang untuk yang membeli makanan di sana.

Salah seorang pengunjung Dika Febriansyah mengatakan, sebenarnya Pantai Watu-Watu bukan tujuan utamanya. Sebab, sebelumnya dia hendak berkunjung ke Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran. ”Tidak tahunya masih tutup. Jadi, anak-anak saya ajak ke sini biar tidak kecewa,” papar pengunjung asal Karang Pilang itu.

Hal yang sama diungkapkan Ismiyati. Dia mengira Taman Suroboyo juga sudah dibuka. Namun, ternyata masih tutup. ”Kalau bisa, dibuka sajalah. Toh, tempat-tempat lain sudah pada buka,” ujar wisatawan dari Rungkut itu.

Baca Juga: Gugus Tugas Nyatakan Surabaya Kembali Berstatus Zona Merah Covid-19

Selain menikmati pantai, tidak sedikit yang menjajal wisata perahu. Cukup membayar Rp 10 ribu, mereka akan diajak berkeliling di kawasan Pantai Watu-watu. Sayangnya, tidak ada pembatasan penumpang yang naik.

Mereka mengisi maksimal perahu itu. Antara 8−10 orang. Jarak antarpenumpang juga kurang dari setengah meter. Plus alat keselamatan yang minim. Di bagian lain, lagi-lagi pedagang kaki lima (PKL) menjebol pagar Pantai Watu-Watu. Mereka mendirikan lapak dan mangkal di tempat tersebut. Padahal, mereka sudah berkali-kali ditindak.

Camat Bulak Budi Hermanto mengatakan, keramaian di kawasan Pantai Watu-Watu itu tidak berlangsung lama. ”Kami langsung lakukan pembubaran konsentrasi orang-orang di sana. Siang sudah tidak tampak lagi kerumunan itu,” jelasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=zXEvtRwQl-U

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore