Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 Agustus 2020 | 22.48 WIB

Tumbuhkan Nasionalisme Melalui Museum Marinir

BANYAK BERJASA: Salah satu koleksi yang dimiliki Museum Marinir di Gedangan, Sidoarjo. (Dimas Maulana/Jawa Pos) - Image

BANYAK BERJASA: Salah satu koleksi yang dimiliki Museum Marinir di Gedangan, Sidoarjo. (Dimas Maulana/Jawa Pos)

JawaPos.com - Tak lama lagi Museum Korps Marinir (MKM) yang berada di Kesatrian Marinir Moekijat Mako Pasmar 2, Gedangan, segera dibuka. Peluncuran awalnya dilakukan, Kamis (13/8). Peluncuran tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Dankormar Mayjen TNI (Mar) Suhartono.

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak turut hadir dengan didampingi Ketua DPRD Sidoarjo Usman dan Kepala Dikbud Sidoarjo Asrofi. ’’Saya mengapresiasi. Harapannya, ini bisa menjadi wisata edukasi untuk mengenang jasa pahlawan kita. Bagaimana mereka berjuang untuk bangsa ini,’’ ujar Emil.

Emil menyampaikan bahwa Korps Marinir TNI-AL merupakan elemen penting dalam menjaga negara ini. Karena itu, masyarakat harus bisa mengenal esensi perjuangan para pahlawan terdahulu. ’’Suasananya bagus dan kekinian. Bisa jadi tempat Instagramable,’’ katanya.

Ya, berdasar pantauan, ada lima taman tematik di Museum Korps Marinir. Sejumlah kendaraan tempur turut dipajang. Di antaranya, tank ringan amfibi dan ran peluncur roket. Selain itu, patung prajurit juga dipajang. Sangat cocok dikunjungi, apalagi bagi mereka yang senang berswafoto.

Suhartono menjelaskan, pembangunan Museum Korps Marinir bertujuan mengenang perjuangan pahlawan. Pihaknya juga ingin memberikan wawasan luas kepada masyarakat tentang nilai-nilai perjuangan.


’’Biar kenal sejarah. Dan, kita semua bisa menumbuhkan rasa patriotisme dan nasionalisme,’’ terangnya.

Dia menyebut, benda-benda peninggalan Marinir TNI-AL perlu dikenang. Karena itu, sejumlah kendaraan tempur dipajang. Jika dibiarkan, khawatir akan hancur dan hilang kenangan itu. ’’Museum ini dibuka untuk umum,’’ ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dikbud Sidoarjo Asrofi menyatakan, keberadaan tambahan museum menjadi media pembelajaran baru bagi siswa sekolah. Mereka bisa melakukan pembelajaran di luar kelas. ’’Museum Korps Marinir ini cocok untuk pembelajaran bela negara,’’ ucapnya.

Asrofi mengungkapkan, tahun ini pihaknya mempunyai dua bus. Dua kendaraan itu bisa memobilisasi puluhan siswa untuk belajar di luar kelas. Salah satunya berkunjung ke museum. Lantas, kapan bus itu bisa difungsikan? ’’Kalau siswa sudah bisa belajar tatap muka kembali, kunjungan siswa ke museum bisa dilakukan,’’ tuturnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=ZqrwCebdtdI

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore