
Photo
JawaPos.com – Jumlah guru di Surabaya masih kurang. Dari pendataan Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya, Kota Pahlawan paling tidak membutuhkan tambahan tenaga pendidik sekitar 1.600 orang.
Kepala Dispendik Surabaya Yusuf Masruh mengatakan, Surabaya masih membutuhkan tambahan guru. Selain masih kurang, setiap tahun banyak tenaga pengajar yang pensiun. Belum lagi adanya faktor lain seperti kecelakaan yang membuat guru tidak bisa melanjutkan mengajar.
Saat ini dispendik meminta seluruh sekolah menyampaikan kebutuhan guru. Diperkirakan, Surabaya membutuhkan tambahan 1.600 tenaga pendidik.
Angka itu bisa saja bertambah karena adanya guru yang purnatugas. ”Karena guru PPPK ini masih penempatan juga. Setelah selesai nanti akan terlihat berapa kebutuhannya. Guru yang dibutuhkan nanti paling banyak guru kelas dan bidang studi,” ucap Yusuf.
Data kebutuhan guru itu akan disampaikan dispendik kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Dari data tersebut, pemerintah akan menentukan skema penambahan guru. Menurut Yusuf, ada dua formulasi yang bisa dipakai, yaitu PPPK atau seleksi ASN.
Sebelumnya, pada Juli lalu, Pemkot Surabaya melantik sebanyak 1.476 guru PPPK. Sebanyak seribu guru ditempatkan di SD. Selebihnya, 476 tenaga pendidik akan ditempatkan di SMP.
Guru PPPK yang dilantik itu tidak seluruhnya guru baru. Beberapa di antaranya merupakan tenaga pendidik kontrak yang kemudian lolos seleksi PPPK.
Kurangnya guru akan berdampak pada kualitas pembelajaran di sekolah. Setiap pekan idealnya durasi mengajar seorang guru 24 jam. Namun, saat ini beban mengajarnya masih berlebih di angka 30 jam atau malah lebih.
”Ini yang menjadi pertimbangan kami untuk mengajukan penambahan guru lagi. Apalagi, tanggungan guru itu bukan hanya mengajar. Ada pekerjaan lain seperti administrasi yang harus ditangani,” terang Yusuf.
Sementara itu, Ketua PGRI Surabaya Agnes Warsiati mendorong agar Pemkot Surabaya menambah jumlah guru. Itu dilakukan agar beban guru tidak semakin berat dan pembelajaran di kelas lebih optimal. ”Ada guru yang meninggal, pensiun, dan faktor lainnya. Sehingga jumlahnya turun terus,” katanya.
Dengan adanya tambahan guru, jam mengajar jadi lebih mampat. Guru bisa mengajar 24 jam. ”Kami pun berusaha terus menyemangati guru,” terangnya. (gal/c17/aph)
KONDISI GURU DI SURABAYA
1. Tahun lalu Surabaya mendapat 883 guru dengan status PPPK.
2. Tahun ini pemkot menerima tambahan 1.476 guru PPPK.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
