Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 Agustus 2023 | 18.47 WIB

Kadispendik Yusuf Masruh Sebut Surabaya Butuh Tambahan 1.600 Guru

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Jumlah guru di Surabaya masih kurang. Dari pendataan Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya, Kota Pahlawan paling tidak membutuhkan tambahan tenaga pendidik sekitar 1.600 orang.

Kepala Dispendik Surabaya Yusuf Masruh mengatakan, Surabaya masih membutuhkan tambahan guru. Selain masih kurang, setiap tahun banyak tenaga pengajar yang pensiun. Belum lagi adanya faktor lain seperti kecelakaan yang membuat guru tidak bisa melanjutkan mengajar.

Saat ini dispendik meminta seluruh sekolah menyampaikan kebutuhan guru. Diperkirakan, Surabaya membutuhkan tambahan 1.600 tenaga pendidik.

Angka itu bisa saja bertambah karena adanya guru yang purnatugas. ”Karena guru PPPK ini masih penempatan juga. Setelah selesai nanti akan terlihat berapa kebutuhannya. Guru yang dibutuhkan nanti paling banyak guru kelas dan bidang studi,” ucap Yusuf.

Data kebutuhan guru itu akan disampaikan dispendik kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Dari data tersebut, pemerintah akan menentukan skema penambahan guru. Menurut Yusuf, ada dua formulasi yang bisa dipakai, yaitu PPPK atau seleksi ASN.

Sebelumnya, pada Juli lalu, Pemkot Surabaya melantik sebanyak 1.476 guru PPPK. Sebanyak seribu guru ditempatkan di SD. Selebihnya, 476 tenaga pendidik akan ditempatkan di SMP.

Guru PPPK yang dilantik itu tidak seluruhnya guru baru. Beberapa di antaranya merupakan tenaga pendidik kontrak yang kemudian lolos seleksi PPPK.

Kurangnya guru akan berdampak pada kualitas pembelajaran di sekolah. Setiap pekan idealnya durasi mengajar seorang guru 24 jam. Namun, saat ini beban mengajarnya masih berlebih di angka 30 jam atau malah lebih.

”Ini yang menjadi pertimbangan kami untuk mengajukan penambahan guru lagi. Apalagi, tanggungan guru itu bukan hanya mengajar. Ada pekerjaan lain seperti administrasi yang harus ditangani,” terang Yusuf.

Sementara itu, Ketua PGRI Surabaya Agnes Warsiati mendorong agar Pemkot Surabaya menambah jumlah guru. Itu dilakukan agar beban guru tidak semakin berat dan pembelajaran di kelas lebih optimal. ”Ada guru yang meninggal, pensiun, dan faktor lainnya. Sehingga jumlahnya turun terus,” katanya.

Dengan adanya tambahan guru, jam mengajar jadi lebih mampat. Guru bisa mengajar 24 jam. ”Kami pun berusaha terus menyemangati guru,” terangnya. (gal/c17/aph)

KONDISI GURU DI SURABAYA

1. Tahun lalu Surabaya mendapat 883 guru dengan status PPPK.

2. Tahun ini pemkot menerima tambahan 1.476 guru PPPK.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore