Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 Mei 2020 | 19.48 WIB

Lima Hari, Ada Tambahan 246 Kasus Positif Covid-19 di Jatim

DEMI PENDIDIKAN: Pemprov meluncurkan permainan untuk anak-anak yang libur sekolah. Permainan itu mengulas masalah hoaks hingga Covid-19. Ada poin yang bisa didapat. Nanti poin yang terkumpul bisa ditukarkan APD untuk disumbangkan. (Frizal/Jawa Pos) - Image

DEMI PENDIDIKAN: Pemprov meluncurkan permainan untuk anak-anak yang libur sekolah. Permainan itu mengulas masalah hoaks hingga Covid-19. Ada poin yang bisa didapat. Nanti poin yang terkumpul bisa ditukarkan APD untuk disumbangkan. (Frizal/Jawa Pos)

JawaPos.com – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGPP) Covid-19 tak henti-hentinya mengingatkan masyarakat agar makin waspada. Sebab, meski sejumlah kebijakan pencegahan sudah berlaku, penambahan kasus positif terjangkit virus korona belum menunjukkan penurunan.

Bahkan, dua hari terakhir, jumlah penambahan pasien positif cukup signifikan. Itu belum termasuk munculnya potensi klaster baru. Muaranya diduga sama, berasal dari daerah yang jadi episentrum.

Hingga Jumat (1/5) jumlah warga di Jatim yang positif terjangkit virus korona sudah tembus 1.031 pasien. Angka itu bertambah 80 orang dibandingkan sehari sebelumnya.

Tak hanya itu, zona merah di Jawa Timur juga hampir merata. Kabupaten Ngawi yang sebelumnya bertahan pun akhirnya ’’bobol’’. Kini, praktis tinggal Sampang dan Kota Madiun yang masih bertahan.

Bahkan, dalam lima hari terakhir, jumlah penambahan kasus positif Covid-19 mencapai 246 orang. Artinya, dalam sehari, rata-rata ada tambahan 49 kasus positif. Tak jauh berbeda dengan sebelumnya, penambahan terbanyak berasal dari wilayah episentrum, terutama Surabaya. Total ada 496 warga yang positif.

Situasi itu tak terlepas dari munculnya klaster-klaster baru, terutama dari wilayah episentrum. Salah satunya, temuan positif Covid-19 di pabrik rokok Sampoerna.

Karena itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat becermin pada kasus tersebut. Dia tak henti-hentinya meminta publik untuk mematuhi semua protokol yang berlaku. ”Peran masyarakat sangat dibutuhkan,’’ ucapnya. Sebab, pasca penanganan klaster itu, potensi persebaran virus masih cukup tinggi.

Khofifah belum berani memprediksi potensi penambahannya. Dia mengingatkan bahwa penularan virus sangat cepat. Dalam hitungan hari, kasus yang muncul bisa mencapai ratusan. ’’Itulah pentingnya jaga jarak, jangan bepergian, dan protokol lainnya,’’ tegasnya.

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Rumpun Kuratif dr Joni Wahyuhadi merasa prihatin dengan kondisi tersebut. Sebab, imbauan agar masyarakat melakukan pembatasan tak henti-hentinya disampaikan. ’’Tapi, belum semua mematuhi,” katanya.

Sementara itu, kabar terakhir tadi malam menyebutkan bahwa jumlah karyawan pabrik rokok Sampoerna yang dinyatakan positif virus korona bertambah. Dari 46 karyawan yang menjalani tes swab, 34 di antaranya positif Covid-19.

Tak hanya itu, saat ini GTPP Covid-19 juga disibukkan dengan sejumlah temuan potensi klaster baru. Yang terakhir terjadi di Kabupaten Malang, tepatnya di Ngantang.

Kabar terbaru, sudah ada puluhan warga yang tengah menjalani pemeriksaan. Sumbernya adalah orang tanpa gejala (OTG) yang sering melakukan perjalanan Malang-Surabaya.

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganam Covid-19 Rumpun Tracing dr Kohar Santoso belum berani berkomentar banyak soal itu. Dia hanya menekankan kewaspadaan terhadap OTG. ’’Tanpa sadar, OTG membawa penularan ke orang lain,’’ katanya. 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=YZ8QpOJR7kA

https://www.youtube.com/watch?v=qe2YgrIqwo0

https://www.youtube.com/watch?v=wkSN3bO1SUs

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore