Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 April 2020 | 00.48 WIB

Ujung-Kamal Ditutup, Warga Nekat Naik Kapal Kelotok

CARI CARA PULANG: Ketika jalur penyeberangan ditutup, warga memilih naik kapal kelotok untuk menyeberang. Ongkos sekali menyeberang Rp 10 ribu. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos) - Image

CARI CARA PULANG: Ketika jalur penyeberangan ditutup, warga memilih naik kapal kelotok untuk menyeberang. Ongkos sekali menyeberang Rp 10 ribu. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)

JawaPos.com – Masyarakat tidak bisa menaiki kapal penyeberangan Ujung (Surabaya)–Kamal (Madura) untuk sementara waktu. Sebab, jalur penyeberangan itu ditutup mulai Sabtu (25/4). Pengoperasian tiga kapal, yakni KM Tongkol, KM Joko Tole, dan KM Gajah Mada, dihentikan.

Penutupan jalur penyeberangan sempat membingungkan masyarakat. Terutama pedagang yang bolak-balik pergi Surabaya–Bangkalan. Mereka tidak punya pilihan.

Masyarakat terpaksa memanfaatkan jasa kapal kelotok yang tarifnya dua kali lipat.

’’Kalau memutar Suramadu, kejauhan. Lebih baik naik kapal kecil (kelotok, Red),’’ kata Sundari, salah seorang warga Bangkalan. Menurut dia, tarif kapal penyeberangan biasanya hanya Rp 5.000. Tarif kapal kelotok mencapai Rp 10 ribu. ’’Risikonya, kapal rawan tergoncang kena gelombang besar. Jadi, harus berhati-hati agar tidak celaka,’’ ungkap Sundari.

Banyak sopir angkutan yang mengeluh gara-gara jalur penyeberangan ditutup. Sebab, mereka tidak bisa naik kapal kecil. Angkutan barang harus memutar lewat Jembatan Suramadu yang jarak tempuhnya puluhan kilometer.

General Manager PT ASDP Indonesia Feri Cabang Surabaya Saharudin Koto menjelaskan, penutupan jalur penyeberangan didasarkan pada hasil rapat internal. ASDP menindaklanjuti surat dari pemerintah terkait dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan larangan mudik. ’’Batas waktunya belum ditentukan. Ada kemungkinan sampai Juni,’’ ujar Saharudin.

Menurut dia, upaya penutupan diikuti proses sosialisasi. Ada petugas yang berjaga di dermaga dan pintu masuk pelabuhan. Mereka memberi tahu soal kapal yang aktivitasnya dihentikan.

Selain ASDP, persiapan menyambut PSBB dan larangan mudik dilakukan Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Polisi mendirikan lima pos pantau di wilayah utara selama PSBB. Yakni, di sekitar Pasar Atum, exit toll Dupak, exit toll Perak, Jalan Kedung Cowek, dan Pelabuhan Tanjung Perak.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum menjelaskan, petugas di pos-pos tersebut tidak hanya memantau masyarakat yang keluyuran saat PSBB, tetapi juga pemudik dari dan ke Surabaya. ’’Nanti seluruh pemudik dihalau sesuai dengan instruksi Kemenhub,’’ jelas Ganis.

Perempuan asal Malang itu juga mengungkapkan, saat PSBB, setiap pengendara yang melintas bakal dicek dan ditanya tentang keperluannya. ’’Sanksi selama PSBB sudah jelas. Ada denda dari pemerintah,’’ tegas Ganis.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=dFIExFe5_SA

https://www.youtube.com/watch?v=Xg4Dcl85KEs

https://www.youtube.com/watch?v=nI_SUJ-nk0w

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore