
CARI CARA PULANG: Ketika jalur penyeberangan ditutup, warga memilih naik kapal kelotok untuk menyeberang. Ongkos sekali menyeberang Rp 10 ribu. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)
JawaPos.com – Masyarakat tidak bisa menaiki kapal penyeberangan Ujung (Surabaya)–Kamal (Madura) untuk sementara waktu. Sebab, jalur penyeberangan itu ditutup mulai Sabtu (25/4). Pengoperasian tiga kapal, yakni KM Tongkol, KM Joko Tole, dan KM Gajah Mada, dihentikan.
Penutupan jalur penyeberangan sempat membingungkan masyarakat. Terutama pedagang yang bolak-balik pergi Surabaya–Bangkalan. Mereka tidak punya pilihan.
Masyarakat terpaksa memanfaatkan jasa kapal kelotok yang tarifnya dua kali lipat.
’’Kalau memutar Suramadu, kejauhan. Lebih baik naik kapal kecil (kelotok, Red),’’ kata Sundari, salah seorang warga Bangkalan. Menurut dia, tarif kapal penyeberangan biasanya hanya Rp 5.000. Tarif kapal kelotok mencapai Rp 10 ribu. ’’Risikonya, kapal rawan tergoncang kena gelombang besar. Jadi, harus berhati-hati agar tidak celaka,’’ ungkap Sundari.
Banyak sopir angkutan yang mengeluh gara-gara jalur penyeberangan ditutup. Sebab, mereka tidak bisa naik kapal kecil. Angkutan barang harus memutar lewat Jembatan Suramadu yang jarak tempuhnya puluhan kilometer.
General Manager PT ASDP Indonesia Feri Cabang Surabaya Saharudin Koto menjelaskan, penutupan jalur penyeberangan didasarkan pada hasil rapat internal. ASDP menindaklanjuti surat dari pemerintah terkait dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan larangan mudik. ’’Batas waktunya belum ditentukan. Ada kemungkinan sampai Juni,’’ ujar Saharudin.
Menurut dia, upaya penutupan diikuti proses sosialisasi. Ada petugas yang berjaga di dermaga dan pintu masuk pelabuhan. Mereka memberi tahu soal kapal yang aktivitasnya dihentikan.
Selain ASDP, persiapan menyambut PSBB dan larangan mudik dilakukan Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Polisi mendirikan lima pos pantau di wilayah utara selama PSBB. Yakni, di sekitar Pasar Atum, exit toll Dupak, exit toll Perak, Jalan Kedung Cowek, dan Pelabuhan Tanjung Perak.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum menjelaskan, petugas di pos-pos tersebut tidak hanya memantau masyarakat yang keluyuran saat PSBB, tetapi juga pemudik dari dan ke Surabaya. ’’Nanti seluruh pemudik dihalau sesuai dengan instruksi Kemenhub,’’ jelas Ganis.
Perempuan asal Malang itu juga mengungkapkan, saat PSBB, setiap pengendara yang melintas bakal dicek dan ditanya tentang keperluannya. ’’Sanksi selama PSBB sudah jelas. Ada denda dari pemerintah,’’ tegas Ganis.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=dFIExFe5_SA
https://www.youtube.com/watch?v=Xg4Dcl85KEs
https://www.youtube.com/watch?v=nI_SUJ-nk0w

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
