
HARI PERTAMA: Pedagang dan para pegawai di Pasar Kapasan mempersiapkan barang dagangan di tokonya Sabtu (18/4). (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)
JawaPos.com − Suasana di Pasar Kapasan kembali ramai. Kemarin (18/4) pedagang pusat grosir terbesar di Surabaya Utara itu mulai beraktivitas setelah libur dua pekan. Sementara itu, para pedagang di Pusat Grosir Surabaya (PGS) melakukan berbagai persiapan untuk buka kembali hari ini.
Di Pasar Kapasan, pedagang dan para pegawai toko menyambut dengan antusias. Untuk memudahkan pemantauan, Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya mengubah jam operasional. Pasar dibuka pukul 09.00. Pedagang dan para pegawai tidak boleh langsung masuk. Mereka harus antre untuk melewati bilik sterilisiasi dan pemeriksaan suhu lebih dulu. Selain itu, para pedagang diwajibkan mencuci tangan dengan menggunakan sabun.
’’Tadi ada yang suhu badannya 38 derajat Celsius. Terpaksa kami pulangkan,’’ kata salah satu petugas PD Pasar Surya. Pria yang berdiri di depan pintu masuk itu memeriksa suhu tubuh pengunjung satu per satu. Dia juga memarahi masyarakat yang tidak memakai masker.
Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Usaha Daerah Pemkot Surabaya Agus Hebi Djuniantoro menjelaskan bahwa ada belasan pintu di pasar. Namun, tidak semua dibuka. ’’Yang dibuka dijaga ketat petugas. Kami sudah menempatkan bilik sterilisasi di setiap pintu masuk,’’ ungkap Hebi.
Mantan Kabid Kebersihan DKRTH Kota Surabaya itu menegaskan bahwa sejumlah protokol kesehatan memang harus dilaksanakan di Pasar Kapasan. Bukan hanya untuk pedagang. Melainkan juga para pembeli dari berbagai kecamatan.
Hebi menjelaskan bahwa kondisi pasar akan terus dipantau. Untuk memudahkan pengecekan pengunjung, jam operasional pasar diperpendek. Tidak lagi sejak pagi.
Untuk pedagang basah (sayur, daging dan lainnya), jadwal berjualan pukul 07.00−15.00. Pedagang kering (konveksi, emas, dan lainnya) berjualan pukul 08.00−16.00. ’’Ini berlaku mulai besok (hari ini, Red),’’ jelas Hebi.
Lantas, sampai kapan jadwal tersebut berlangsung? Menurut Hebi, jam operasional bakal diterapkan selama pandemi Covid-19. Nanti ada evaluasi lagi terkait jam operasional pasar.
Selain soal jam operasional, Hebi menyinggung bantuan untuk pekerja di Pasar Kapasan. Dia menyebutkan, data calon penerima sudah diserahkan ke Dinsos Surabaya. Pencairan masih menunggu.
Berdasar informasi, ada 484 orang yang dimintakan bantuan dari APBD. Mereka terdiri atas asongan, pekerja toko, tukang becak, dan kuli. ’’Soal bentuk bantuan, kami belum bisa menjelaskan. Kemungkinan sumbangan sembako,’’ papar Hebi.
Pasar Kapasan ditutup sejak 4 April setelah kepala pasar terkonfirmasi positif Covid-19. Pedagang diliburkan dua pekan. Selama itu mereka diimbau untuk tidak bepergian.
Yusuf, salah seorang pedagang di lantai 3, menyatakan senang bisa berjualan lagi. Meski pembelinya masih sepi kemarin. ’’Saya optimistis akan semakin ramai. Kemarin pelanggan sudah tanya-tanya,’’ ungkapnya.
PGS Baru Normal Senin atau Selasa
HARI ini Pusat Grosir Surabaya (PGS) buka kembali setelah melalui 14 hari masa karantina. Persiapan untuk mendukung pencegahan persebaran virus pun dilakukan. Salah satunya menambah jumlah bilik sterilisasi dan memastikannya berfungsi secara optimal.
Jessy Parjono, salah seorang teknisi di PGS, mengatakan bahwa empat bilik lengkap dengan wastafel portabel telah dipasang di empat pintu masuk utama. Keempatnya dipasang di pintu lobi utara bagian bawah dan atas, pintu lobi barat, serta di lantai 5 dekat lokasi parkir mobil.
’’Sudah siap digunakan. Tandon airnya masing-masing 400 liter,’’ ujarnya di pintu lobi utara bagian atas. Dia menambahkan, pihaknya juga telah mencampur air tandon dengan cairan disinfektan yang kadarnya telah ditentukan pemkot.
Jessi menjelaskan, titik-titik akses utama itu akan dilengkapi petugas. Mereka akan memeriksa suhu tubuh para pengunjung dan pedagang yang hendak memasuki kawasan PGS. Kemudian, untuk pintu loading barang, pihaknya telah meyiagakan belasan penyemprotan disinfektan secara manual.
Salah satu pedagang PGS, Insanul Haq, mengatakan sudah tidak sabar melakukan aktivitas jual beli yang terhenti 14 hari. Pria yang sudah 21 tahun berdagang itu mengatakan, pihaknya juga siap mematuhi segala aturan yang ditetapkan pengelola dan pemkot.
Insan juga telah menyiapkan beberapa APD untuk para pekerjanya. Misalnya, masker, hand sanitizer, dan sejumlah vitamin. Namun, hari ini Insan mengatakan tidak langsung membuka tokonya. Dia akan menata sebagian barang dagangannya yang dibawa pulang beberapa waktu lalu. ’’Paling Senin ya mulai buka total. Ini pastinya masih tata-tata dulu,’’ ucapnya.
Selama 14 hari itu Insan banyak melayani pembeli dari rumahnya di Jalan Dupak. Dia mengungkapkan, omzet penjualan menurun. Bahkan, selama 14 hari karantina pihaknya hanya memperkerjakan lima orang. ’’Sisanya dirumahkan,’’ ucapnya singkat.
Dia berharap tidak ada kasus serupa yang menimpa pedagang di PGS. Meski demikian, lanjut Insan, sejumlah antisipasi juga harus dilakukan. Dia mencontohkan agar membuat kebijakan yang lebih humanis bagi para pedagang. ’’Semoga saja itu kasus terakhir, ya. Tapi, kalaupun ada, ya jangan ditutup total. Kurangi saja jam operasionalnya,’’ paparnya.
Sementara itu, Manajer Operasional PGS Agung Santosa menegaskan bahwa sikap disiplin adalah poin utama yang harus diterapkan seluruh penghuni PGS tanpa terkecuali. Sebab, budaya PGS, kata Agung, berbeda dengan mal. PGS memiliki aktivitas yang sangat padat. Terlebih menjelang masa Lebaran.
’’Intinya, semua harus disiplin serta melaksanakan komitmen yang sudah menjadi ketentuan,’’ jelasnya kemarin. Agung juga selalu mengimbau pedagang dan pegawai untuk tidak melanggar komitmen yang sudah ditetapkan banyak pihak.
’’Semua tentu harus mendukung uapaya pencegahan ini. Soalnya pandemi ini sudah sangat luar biasa. Sadar atau tidak harus ditaati,’’ lanjutnya. Dia memprediksi aktivitas kembali normal terjadi pada Senin dan Selasa. Sebab, hari ini banyak pedagang yang masih mempersiapkan barang dagangannya.
Meski demikian, Agung akan mengoptimalkan untuk menjalankan protokol kesehatan. Salah satu yang menjadi fokus proteksinya adalah bilik disinfeksi dan lokasi loading barang. ’’Seminimal mungkin celah pelanggaran kami tutup. Semoga saja tidak terjadi lagi,’’ ungkapnya.
Pencegahan Persebaran Covid-19 di Dua Pusat Perkulakan
Pasar Kapasan

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
