
Sejumlah siswa membaca buku pelajaran jelang Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 40 Jakarta Utara, Minggu (1/4). (Adi Ibrahim/JawaPos)
JawaPos.com - Dinas Pendidikan Kota Surabaya akan membuat perwali tentang standard operating procedure (SOP) ekstrakurikuler. Hal itu merupakan tindak lanjut dari keluhan guru ekstrakurikuler yang melapor ke Komisi D DPRD Surabaya.
Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya Mamik Suparmi menyatakan, draf perwali disusun sebagai penyelesaian masalah. Perwali tersebut berisi SOP tentang ekstrakurikuler yang selama ini belum ada. ’’Ada, tapi di sistem aplikasi. Makanya akan kami siapkan perwali,’’ ujarnya.
Perwali tersebut sudah dibahas bersama Komisi D DPRD Surabaya. Dalam rapat itu, ada sejumlah rencana tindak lanjut yang dilakukan dispendik. Yakni, penyusunan perwali, pengkajian batasan usia tenaga pendidik ekstrakurikuler, penyusunan timeline agar SOP dan perwali bisa digunakan saat tahun pelajaran baru, pembuatan kategori/grade, serta pengkajian rasio tenaga dengan peserta didik ekstrakurikuler.
Selain itu, sekolah wajib membuat surat perjanjian kerja yang mengatur hak dan kewajiban masing-masing pihak. Selama ini, kontrak tersebut tidak pernah terjalin. Guru ekstrakurikuler bekerja atas kesepakatan lisan.
Draf tersebut bakal diserahkan ke bagian hukum pemkot. ’’Karena usulan ini masih baru, prosesnya masih di kami sebelum ke bagian hukum,’’ jelasnya.
Mamik menerangkan, aturan tentang tenaga pendidik ekstrakurikuler sebenarnya sudah ada. Namun, itu masuk sistem aplikasi. Belum adanya aturan baku secara tertulis seperti perwali membuat para pendidik memiliki penafsiran yang berbeda-beda.
Misalnya, aturan tentang pencairan. Ada sekolah yang membayar sebulan sekali, ada juga yang per tiga bulan. Perbedaan tafsir tersebut membuat para pengajar ekstrakurikuler makin bertanya-tanya. ’’Biar tidak selegenje, SOP ini penting,’’ ujarnya.
Khusnul Khotimah, Ketua Komisi D DPRD Surabaya berharap aturan tersebut segera direalisasikan. Sebab, ada 2.200 pendidik dan pelatih yang sedang menunggu kejelasan. ’’Itu menghidupi ribuan keluarga. Selama tidak ada ketentuan yang jelas, persoalan ini pasti tak ada habisnya. Makanya, kami sepakat adanya perwali itu,’’ ujar politikus PDIP tersebut.
Saksikan video terkait virus korona berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=CNumX2r2x10
Video lainnya terkait virus korona:
https://www.youtube.com/watch?v=Xkqjcxz7UNg
https://www.youtube.com/watch?v=Ltp6qwyaqTU

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
