
ANTISIPASI: Jalan Bung Tomo akan berubah nama. Pansus perubahan nama jalan tengah menggodok aturan untuk meminimalisasi dampak perubahan itu. (Dimas Maulana/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pansus Perubahan Nama Jalan DPRD Surabaya mendapat salinan surat dari Keluarga Bung Tomo kemarin (19/2). Dalam surat itu, putri Bung Tomo, Tien Sulistami Sutomo, berharap bisa bertemu Wali Kota Tri Rismaharini terkait perubahan nama Jalan Bung Tomo di Ngagel.
Ketua Pansus Perubahan Nama Jalan Khusnul Khotimah mengatakan, pihak keluarga memohon agar perubahan itu didiskusikan kembali. Intinya, mereka menolak jika Jalan Bung Tomo dipindahkan ke jalan lingkar luar barat (JLLB) di dekat Gelora Bung Tomo. ”Sejak awal memang kami mendengar bahwa pihak keluarga tidak berkenan,” ujar Khusnul kemarin.
Ada sejarah di balik penamaan Jalan Bung Tomo. Jalan itu dulu bernama Jalan Kencana. Sejumlah pemerhati sejarah dan kota sepakat mengubahnya menjadi Jalan Bung Tomo sebagai ekspresi kekesalan kepada pemerintah pusat karena tak kunjung menetapkan Bung Tomo sebagai pahlawan nasional pada awal 2000-an.
Saat itu, Jalan Kencana dipilih karena ada makam Bung Tomo di TPU Ngagel. Makam sang orator ulung tersebut berada di antara makam rakyat biasa. Agar ada tetenger, jalan tersebut dinamai Jalan Bung Tomo.
Waktu yang dimiliki pansus hanya tersisa empat hari lagi. Mereka harus menentukan sikap sebelum 24 Februari. ”Nanti Senin kami adakan rapat lagi,” kata politikus PDIP tersebut.
Selain Jalan Bung Tomo, ada sejumlah jalan yang mengalami perubahan nama. JLLB ruas selatan bakal dinamai Jalan Dr Mohammad Hatta, Jalan Timur Darmo Park menjadi Jalan Dr KH Idham Chalid, Jalan Bintang Diponggo (Jalan Dukuh Kupang Selatan) diusulkan berubah nama menjadi Jalan Slamet Riyadi.
Sementara itu, Jalan Singapore (Jalan Benowo Sawah) menjadi Jalan Abdul Wahab Hasbullah, Jalan Sukomanunggal Jaya menjadi Jalan Pangeran Antasari, Jalan Raya Satelit Selatan menjadi Jalan Hasanuddin. Ada juga Jalan Cut Nyak Dhien yang bakal ditempatkan di Jalan Darmo Harapan I dan III serta Darmo Baru XII.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
