Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 Desember 2019 | 20.31 WIB

Dikepung Jalan A. Yani, 47 Keluarga Bertahan di Kampung Taman Pelangi

DIKEPUNG KENDARAAN: Kampung Taman Pelangi dilihat dari atas. Warga di sana kesulitan sekadar untuk menyeberang jalan. Mereka membutuhkan lampu penyeberangan. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos) - Image

DIKEPUNG KENDARAAN: Kampung Taman Pelangi dilihat dari atas. Warga di sana kesulitan sekadar untuk menyeberang jalan. Mereka membutuhkan lampu penyeberangan. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)

JawaPos.com - Warga Kampung Taman Pelangi masih hidup dalam kepungan padatnya Jalan A. Yani. Saat ini ada 24 rumah yang dihuni 47 kepala keluarga (KK). Mereka masih bertahan di Kampung Jemur Gayungan. Wacana pembebasan lahan sudah mencuat pada 2009. Namun, sampai sekarang uang pembebasannya belum dianggarkan.

”Sebenarnya warga sudah siap kalau dibebaskan. Tapi, di APBD katanya belum dianggarkan,” kata Suliono Ketua RT 1, RW 3, Jemur Gayungan, kemarin. Selama anggarannya belum dialokasikan, warga berharap pemkot membangunkan lampu penyeberangan. Maklum, selama ini warga selalu kesulitan untuk menyeberang ke barat. Jalanan bertambah lebar karena ada frontage road (FR).

Bagi warga di sana, bising dan polusi sudah jadi makanan sehari-hari. Mereka sudah kebal dan tak mempermasalahkan hal tersebut. Namun, jika mendapat uang ganti rugi yang sepadan, mereka pasti akan mencari hunian yang lebih layak dan tenang.

Suliono menceritakan, kampungnya sebenarnya menyatu dengan Gang Jemur Gayungan di sebelah barat. Pada 1974 terjadi pelebaran Jalan A. Yani. Sejak saat itulah kampung tersebut terbelah. Kini kawasan hunian yang tersisa di bundaran Dolog tersebut hanya 3.892 meter persegi Sedangkan panjang jalan di gang tersebut tak sampai 70 meter. Sekretaris Komisi C DPRD Surabaya Agoeng Prasodjo selama ini mendampingi warga. Dia bakal kembali mengusulkan kepada pemkot agar pembangunan penyeberangan tersebut bisa disegerakan. ”Kalau pagi itu kasihan ibu-ibu yang mau belanja. Nek nyeberang iso suwe,” kata politikus Golkar tersebut.

Menurut dia, pembangunan lampu penyeberangan juga bakal meminimalkan kecelakaan. Sebab, kendaraan yang melaju di bundaran Dolog sangat kencang. Terutama saat jalanan sepi

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore