Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 Oktober 2019 | 04.42 WIB

Pemkot Mulai Benahi Ndresmo untuk Jadi Kampung Santri

Calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (tengah). (Tim Eri Cahyadi for JawaPos.com) - Image

Calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (tengah). (Tim Eri Cahyadi for JawaPos.com)

JawaPos.com - Bertepatan dengan Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada Selasa (22/10), Pemkot Surabaya bakal menjadikan kawasan pondok pesantren di Sidosermo sebagai Kampung Santri. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Eri Cahyadi mengatakan persiapan di lokasi yang akrab disebut Ndresmo itu dimulai pada tahun ini.

Eri mengatakan, saat ini pengembangan Kampung Santri masih fokus pada tahap awal. Yakni, pembenahan infrastruktur dasar, termasuk fasilitas umumnya. ''Mulai dari pavingisasi, rehab bangunan-bangunan pondok, juga pemugaran makam Assayyid Ali Ashgar Basyaidan. Semuanya alhamdulillah sudah selesai kita lakukan,” kata Eri Cahyadi, Selasa (22/10).

Lebih lanjut Eri mengatakan, setelah hal dasar selesai, pada tahun depan juga mulai dilakukan konsolidasi dengan beberapa stake holder untuk menggarap Ndresmo lebih serius. Sebab, potensi pengembangannya masih sangat besar. Terutama, banyakanya kegiatan pengajian seperti sholawatan, istighostah, hingga zikir bersama. Katanya, Ndresmo bisa jadi jujukan wisata religi.

“Jika penataan kegiatannya optimal, semakin banyak masyarakat yang mengikuti pengajian di sini yang akan bisa menggerakkan ekonomi warganya. Termasuk para santri juga,” kata Eri yang juga Plt Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) tersebut.

Photo

Eri Cahyadi bersama Gus Ali (kanan) di Ndresmo beberapa waktu lalu. (Istimewa)

Selain itu, kata Eri, Kampung Santri juga berfokus pada potensi pengembangan pondok-pondok. Para santri bisa didorong untuk berdaya secara ekonomi dengan upgrade skill enterpreneurship, leadership, dan management. Tujuannya jelas, supaya para santri lulusan Ndresmo tidak hanya ahli dalam bidang agama, tapi juga bisa menciptakan lapangan kerja.

“Apalagi mereka tinggal di Surabaya yang pertumbuhan investasi dan ekonominya juga sangat bagus. Santri bisa ikut mengambil peran di bidang ekonomi,” katanya.

Pondok-pondok di Ndresmo, kata Eri, juga bisa dikerjasamakan dengan pondok-pondok pesantren luar Surabaya. Terutama pondok yang punya inovasi dalam pengembangan ekonomi santri. "Beberapa pondok yang saya temui memberdayakan santri di bidang perkebunan cokelat, kopi, bahkan sudah memiliki jaringan penjualan kopi hingga ke daerah-daerah. Ini bisa kita kolaborasikan nantinya,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang Kiai Ndresmo, Kyai Haji Mas Ahmad Nasrohuddin, menyatakan bahwa Ndresmo memang sudah layak jadi Kampung Santri. Di samping karena banyaknya santri dan pondok pesantren, keunikan Ndresmo yang berada di tengah kota juga bisa menjadikannya daya tarik.

“Kami sudah mendengar adanya wacana Kampung Santri dari Pemkot. Saya kira ini jadi hal yang positif. Kami dan pemkot akan membahas lebih jauh lagi rencana ini. Alhamdulillah, beberapa pembenahan sudah dilakukan pemkot di Ndresmo. Ini jadi langkah yang baik sebelum membahas lebih jauh lagi soal pembangunan Kampung Santri,” kata Kiai Nasrohuddin.

Hal senada juga diungkapkan KH Agoes Ali Mashuri alias Gus Ali, pengasuh Pondok Pesantren Bumi Shalawat. Saat memberi tausiyah di Ndresmo beberapa waktu lalu, Gus Ali mendukung penuh konsep yang ditawarkan Eri. “Ndresmo merupakan kawasan yang sangat legendaris. Saya dukung penuh” Kata Gus Ali.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore